Selasa, 03 April 2012

Pendekar 4 Alis - Kekaisaran Rajawali Emas 4

Khulung

Yang paling menakutkan adalah orang mati juga. Tak perduli betapa hangat,
lembut atau cantik orangnya semasa hidup, kematian selalu membuat orang itu
jadi menakutkan.
Itulah sebabnya mengapa jenazah Shi XiuYun ditutupi oleh sehelai kain putih.
Sebuah lampu berada di atas meja, Hua Man Lou duduk dalam diam di dekat
lampu itu, tak bergerak. Ia tadi telah pergi, tapi datang kembali.
Tak perduli apakah Shi XiuYun mati atau hidup, ia tidak bisa meninggalkannya di
sini sendirian.
Pemilik warung kecil itu telah lama melarikan diri, hanya meninggalkan sebuah
lampu di sini, tampaknya ia lupa bahwa orang buta tidak membutuhkan lampu.
Malam itu sunyi, tanpa suara sedikit pun. Waktu Lu Xiao Feng masuk, juga tidak
ada suara.
Tapi Hua Man Lou tetap memalingkan kepalanya ke arahnya.
“Kau baru minum?” Tiba-tiba ia bertanya.
“Sedikit,” Lu Xiao Feng mengakui.
“Setelah semua kejadian ini, kau masih bisa minum?” Ia berkata dengan dingin.
“Itu sangat langka.”
Ia membuat kaku wajahnya, sangat jarang ia berbuat seperti itu.
Lu Xiao Feng mengedip-ngedipkan matanya.
“Kau iri padaku, ya?”
Ia punya senjata rahasia untuk melawan siapa saja yang marah padanya ---
karena kau telah marah, lalu kenapa tidak membuatmu semakin marah? Mari
lihat seberapa hebatnya kau bisa marah, mari lihat apakah kau bisa mati karena
marah.
Hua Man Lou tidak menjawab, ia kenal Lu Xiao Feng luar dalam, ia belum mau
mati karena marah.
Sekarang giliran Lu Xiao Feng yang tidak tahu apa yang harus dilakukan.
“Kau juga seharusnya minum,” Lu Xiao Feng berkata dengan canggung. “Hal
yang terbaik pada alkohol adalah ia bisa membuatmu berhenti memikirkan
banyak hal yang tidak mampu kau tangani.”
Hua Man Lou tidak memperdulikannya selama beberapa saat.
“Aku baru bertemu seseorang.” Ia tiba-tiba memecahkan kesunyian.
“Kau memang bertemu banyak orang akhir-akhir ini.”
“Tapi aku tidak menduga akan bertemu orang ini di sini!”
“Siapa?”
“ShangGuan FeiYan.”
Lu Xiao Feng tampak sama terkejutnya dengan Hua Man Lou tadi.
“Ia belum mati?”
“Walaupun ia belum mati, hidupnya sangat dekat dengan kematian sekarang.”
Hua Man Lou berkata dengan sedih.
“Mengapa?”
“Tampaknya ia telah jatuh ke tangan seseorang, tingkah lakunya berada di
bawah kendali mereka.”
“Kau tahu siapa yang mengendalikannya?” Lu Xiao Feng bertanya dengan wajah
terkejut.
“Ia tidak mengatakannya, dan aku pun tidak tahu. Tapi dugaanku orang ini
pasti….”
“Pasti siapa?”
"Huo Xiu!"
Lu Xiao Feng baru saja duduk, sekarang ia melompat bangkit.
“Huo Xiu?”
“ShangGuan FeiYan datang ke sini karena ia dipaksa untuk datang ke sini, untuk
berusaha membujukku agar tidak ikut campur dalam urusan ini lagi. Sekarang
hanya ada satu orang yang tidak menginginkan kita meneruskan penyelidikan,
dan itu adalah Huo Xiu.”
Lu Xiao Feng duduk kembali.
Hening lagi.
“Aku barusan tidak bertemu seseorang.” Tiba-tiba ia berkata.
Kalimat itu sangat aneh dan cerdik, sukar ditafsir apa maksudnya.
“Kau juga tidak bertemu banyak orang akhir-akhir ini!”
“Tapi ini adalah orang yang aku yakin akan kutemui di sana, aku pergi ke Paviliun
Mutiara dan Intan khusus untuk mencari orang ini.”
“ShangGuan DanFeng?”
“Benar!”
“Di mana dia sekarang?”
“Pertama, ia tidak pergi ke sana, tapi seseorang menitipkan sepucuk surat pada
Huo TianQing untuk diberikan padaku!”
“Apa isi surat itu?”
“Empat anak kalimat yang tampaknya masuk di akal tapi sepertinya juga tidak.
Keempatnya berisi kentut!”
“Apa katanya?”
“DanFeng dalam bahaya, Xiao Feng tolong berhenti. Jika tidak berhenti, hidup
akan berakhir!”
“Sepertinya isi surat itu menyuruhmu berhenti ikut campur dalam urusan ini.”
Hua Man Lou berkomentar dengan serius.
“Sekarang hanya tinggal satu orang yang tidak menginginkan kita melanjutkan
penyelidikan.”
“Jadi menurutmu orang yang menulis surat itu adalah Huo Xiu?”
“Aku hanya tahu bahwa siapa pun yang menulis surat itu pasti bukanlah orang
yang hanya mau berbuat setengah-setengah.”
Seorang yang sukses tak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah.
“SiKong ZhaiXing tidak menculik ShangGuan DanFeng, mungkin hal itu tidak
mengejutkan dia. Karena itu ia menyuruh orang lain menunggu gadis itu di jalan
dan akhirnya berhasil meringkusnya.”
“Tapi aku baru saja minum setengah kendi araknya.”
Hal ini mengejutkan Hua Man Lou.
“Kau telah bertemu dengannya?”
“Tidak, arak itu adalah hadiahnya pada Huo TianQing. Ia memiliki sebuah paviliun
mungil di atas gunung di belakang Paviliun Mutiara dan Intan.”
“Sebuah paviliun mungil?” Ekspresi wajah Hua Man Lou berubah hebat.
Sepatah demi sepatah kata, Lu Xiao Feng menjawab. “Ya, sebuah paviliun kecil.”
Hua Man Lou bangkit berdiri, tapi ia kembali duduk.
Hening lagi.
“Kau ingat apa yang dikatakan Sun XiuQing tadi?” Ia berkata dengan perlahan.
Tentu saja Lu Xiao Feng ingat --- DuGu YiHe datang ke mari karena ia menerima
informasi bahwa Gedung Pertama dari Paviliun Baju Hijau berada di….
Wajah Hua Man Lou tampak bersinar-sinar.
“Menurutmu, paviliun kecil milik Huo Xiu itu adalah Gedung Pertama Paviliun Baju
Hijau?”
Lu Xiao Feng tidak menjawab pertanyaan itu. Ini adalah pertanyaan yang tidak
perlu dijawab lagi.
“Tapi, menurut Kaisar Rajawali Emas, pemimpin Paviliun Baju Hijau adalah DuGu
YiHe.” Hua Man Lou merenung.
“Informasinya mungkin tidak seluruhnya benar.”
“Tak seorang pun bisa terhindar mendapat tuduhan dari orang lain, begitu juga
tak seorang pun bisa terhindar dari menuduh orang lain secara tak beralasan.”
Hua Man Lou sependapat.
“Sayang sekali Zhu Ting tidak ada di sini.” Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Kenapa?”
“Kudengar di dalam paviliun kecil itu terdapat 108 macam perangkap yang
berbahaya.”
“Kau ingin pergi dan memeriksa tempat itu?”
“Sangat ingin.”
“Apakah perangkap-perangkap itu bisa mencegahmu melakukannya?”
“Tidak.”
Sekali Lu Xiao Feng mulai melakukan sesuatu, ia tak akan berhenti di tengah
jalan. Tak ada yang bisa menghentikannya!
_____________________________
Bukit itu tidak begitu tinggi, tapi pemandangannya sangat indah. Sesudah
berjalan mendaki bukit sebentar, orang bisa melihat sebuah cahaya kecil, cahaya
kecil yang tampak sangat terang dalam kegelapan malam.
Tapi di hadapan Hua Man Lou tetap tidak ada apa-apa selain kegelapan.
“Aku melihat bangunan itu sekarang.” Lu Xiao Feng berkata padanya.
"Di mana?”
“Di depan sana tepat di seberang hutan, di dalam paviliun itu juga ada cahaya.”
“Menurutmu Huo Xiu ada di sini juga?”
“Tidak tahu.”
“Tadi baru kukatakan, tak seorang pun bisa terhindar dari menuduh seseorang
secara tak beralasan.”
“Aku dengar kok. Aku bukan orang tuli, kau tahu.”
“Aku hanya mengingatkanmu. Huo Xiu adalah sahabatmu, dan selalu bersikap
baik padamu.”
“Kau kira aku mencurigainya secara tak beralasan?” Lu Xiao Feng menjawab
dengan dingin. “Walaupun aku sering mendapat tuduhan tak beralasan dari orang
lain, aku belum pernah sembarangan menuduh orang.”
Tiba-tiba ia jadi seperti seorang pemarah, karena memang ada konflik di dalam
hatinya.
Berhasil menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan menyingkap seluruh tabir
rahasianya adalah keinginannya yang utama, tapi ia sebenarnya tidak ingin
mendapatkan kenyataan bahwa pemimpin Paviliun Baju Hijau yang jahat dan keji
itu adalah sahabatnya Huo Xiu.
Di dalam hutan itu tercium aroma tumbuhan di awal musim semi yang
menyegarkan dan bersih. Walaupun angin terasa lebih dingin, dunia tampak
damai.
Tak ada manusia, tak ada suara, seolah-olah kebisingan dan masalah kehidupan
telah diturunkan ke bawah bukit sana.
Tetapi, hal-hal yang paling berbahaya dan menakutkan sering tersembunyi di
balik kedamaian seperti ini.
“Aku tidak menyukai keadaan ini.” Lu Xiao Feng tiba-tiba berkata.
“Keadaan apa?”
“Di sini terlalu tenang. Aku merasa gelisah bila suasana terlalu tenang atau
terlalu berisik.”
“Kenapa?”
“Karena setiap kali aku mengalami sesuatu yang aneh, itu terjadi dalam kedua
suasana tersebut!”
“Jika kau benar-benar merasa gelisah, maka sebaiknya kau lebih banyak bicara.
Berbicara biasanya membuat orang melupakan kegelisahannya.”
“Kau ingin aku membicarakan apa?”
“Bicaralah tentang Huo Xiu.”
“Bukankah kau telah mengetahui sedikit tentang dia?”
“Aku hanya tahu bahwa ia adalah orang yang sangat aneh dan kaya. Ia tidak
suka bersosialisasi atau berhubungan dengan orang lain, maka pembantupembantunya
yang paling terpercaya pun tidak tahu di mana ia berada.”
“Dia bukan hanya tidak suka berhubungan dengan orang lain, ia pun sangat tidak
menyukai wanita. Karena itu ia tetap hidup membujang hingga sekarang.”
“Tapi setiap orang tentu punya hobi atau kelemahan.”
“Satu-satunya hobinya adalah minum arak enak. Bukan hanya ia suka minum, ia
pun suka mengumpulkan semua jenis arak bagus dari berbagai tempat.”
“Kudengar ilmu kungfunya pun hebat.”
“Aku tidak pernah melihatnya menggunakan kungfunya, tapi aku bisa menjamin
bahwa ilmu meringankan tubuhnya, tenaga dalam dan ilmu menotoknya tidak
berada di bawah siapa pun di dunia ini.”
“Oh?”
“Dan ia melatih sejenis tenaga dalam perjaka. Sepengetahuanku, di dunia ini
paling banyak hanya ada 10 orang yang benar-benar mampu melatih ilmu itu.”
“Untuk melatih ilmu seperti itu, kau benar-benar harus berkorban banyak.” Hua
Man Lou tertawa. “Jika bukan karena ia tidak menyukai wanita, tentu sangat
sukar memiliki ilmu itu.”
Lu Xiao Feng juga tertawa.
“Aku tidak tahu bagaimana dengan orang lain, tapi aku tak akan pernah melatih
ilmu seperti itu. Aku lebih suka kepalaku dipotong daripada melatihnya.”
“Jika bagian lain dari tubuhmu yang dipotong, maka kau tentu akan melatihnya.”
Hua Man Lou bergurau sambil tersenyum.
“Ternyata kau sama sekali bukan seorang laki-laki sejati.” Lu Xiao Feng tertawa
terbahak-bahak.
“Lama-lama bergaul dengan orang sepertimu, laki-laki sejati mana pun pasti
akan berubah sifatnya.”
Mereka tertawa terbahak-bahak, seolah-olah tidak perduli apakah mereka akan
ketahuan atau tidak --- karena cepat atau lambat mereka akan ketahuan, lalu
kenapa tidak terang-terangan saja sekalian?
“Menurut legenda, asal kau tekun melatih ilmu itu, kungfumu akan berada di
level teratas di dunia persilatan.” Lu Xiao Feng meneruskan.
“Itu bukan legenda, tapi kenyataan. Jika kau berhasil menguasainya, maka bila
belajar ilmu kungfu lain kau hanya memerlukan setengah dari usaha yang harus
dilakukan orang lain dan mendapatkan hasil beberapa kali lipat daripada hasil
yang didapatkan orang lain.”
“Tapi sejak dahulu sampai sekarang, di antara semua dedengkot dunia persilatan,
tak seorang pun dari mereka yang melatih kungfu ini. Kau tahu mengapa?”
“Tak tahu.”
“Itu karena orang-orang yang melatih ilmu ini semuanya adalah perjaka tua, dan
semua perjaka tua tentu punya masalah kecil di sana-sini di dalam hatinya.
Orang-orang yang punya masalah di dalam hatinya tak akan pernah menjadi
orang yang hebat dalam ilmu kungfu.”
“Dan itulah sebabnya kau tidak melatih ilmu itu.” Hua Man Lou tersenyum.
“Tentu saja tidak. Tak perduli apa pun yang kau potong dariku, aku tak akan
melatihnya.”
“Sayangnya, seandainya pun kau melatihnya, kau masih tidak bisa menjadi
seorang dedengkot persilatan.”
“Kenapa?”
“Karena kau sangat menyukai hal-hal yang merusak dalam berlatih kungfu,
malah melebihi cintamu pada kehidupan itu sendiri. Hal-hal seperti….”
“Judi, minum, ikut campur dalam urusan orang lain.”
“Dan yang terpenting, kau sangat menyukai wanita.”
Lu Xiao Feng kembali tertawa terbahak-bahak. Setelah berhenti, baru ia
menyadari bahwa mereka telah melewati hutan dan sedang menuju ke paviliun.
Jika orang lain yang berjalan di situ, mereka tentu akan ketakutan dan tidak
yakin pada dirinya sendiri di setiap langkahnya, tapi kedua orang ini terus saja
melangkah dengan santai.
Jalannya sama, yang penting adalah bagaimana caramu melewatinya. Jalan
kehidupan juga seperti itu.
Pintu berlapis logam dan bercat merah itu tertutup rapat, tapi di atasnya tertulis
sebuah kata yang berukuran sangat besar.
“DORONG”!
Maka Lu Xiao Feng mendorong, dan pintu itu pun terbuka hanya dengan sebuah
dorongan.
Tak perduli pintu apa pun, tentu bisa dibuka dengan cara didorong. Yang menjadi
persoalan adalah apakah kau mau mendorong atau tidak, apakah kau berani
mendorong atau tidak.
Di balik pintu itu ada sebuah lorong yang lebar tapi berkelok-kelok. Setelah
berjalan di lorong itu sebentar, di atas dinding di sebuah persimpangan tertulis
sebuah kata lagi.
“BELOK”.
Maka Lu Xiao Feng pun berbelok. Setelah beberapa tikungan, mereka tiba di
sebuah altar batu besar, di hadapan mereka ada sebuah kata berukuran besar.
“BERHENTI”.
Maka Lu Xiao Feng pun berhenti. Hua Man Lou tentu saja berhenti juga.
“Kenapa kau tiba-tiba berhenti?” Ia tak tahan untuk tidak bertanya.
“Karena ada sebuah kata yang menyuruh kita berhenti di sini.”
“Ia menyuruhmu berhenti, maka kau melakukannya?”
“Memangnya kenapa jika aku tidak melakukannya? Di sekitar tempat ini ada 108
buah perangkap, apakah kau tahu di mana saja letaknya?”
“Tidak tahu, satu pun tidak tahu.”
Lu Xiao Feng tertawa.
“Jadi, karena kita tidak tahu, apa salahnya kalau menurut saja?”
“Karena jika kita terus maju, maka kita mungkin akan mengaktifkan sebuah
perangkap, jadi kita berhenti saja?”
“Benar. Jadi jika mereka menyuruhku berhenti, maka aku akan berhenti. Jika
mereka menginginkan aku berjalan, maka aku akan berjalan.”
“Sangat jarang menemukan orang yang penurut sepertimu.” Hua Man Lou
menarik nafas.
“Karena aku begitu penurut, kenapa mereka mau menyulitkanku?”
Hua Man Lou tak tahan untuk tidak tertawa.
“Tak perduli apa pun yang engkau lakukan, tampaknya kau selalu punya cara
yang sedikit aneh dan tak masuk di akal, tapi aku tak tahu apakah caramu itu
benar atau salah.”
Sebelum Lu Xiao Feng bisa menjawab, tiba-tiba ia menyadari bahwa altar batu di
mana mereka berdiri perlahan-lahan turun ke bawah.
Lalu ia menemukan bahwa mereka berada di sebuah ruangan batu berbentuk
segi-enam, sebuah meja batu berada di tengah dengan dua buah mangkuk berisi
arak di atasnya. Di atas meja juga tertulis sebuah kata.
“MINUM”.
Lu Xiao Feng tertawa.
“Lihatlah keuntungannya menuruti perintah orang lain.”
“Keuntungan apa? Dia mengundangmu minum?”
“Benar, kali ini mereka mengundang kita minum, berikutnya mereka mungkin
menawarkan kita makanan.”
“Itu adalah arak Musik dari Daerah Lu, tampaknya Huo Xiu telah mengeluarkan
arak yang bagus.”
“Tapi kau tidak menggunakan hidungmu untuk minum,” Lu Xiao Feng bergurau.
“Ayo, semangkuk untukmu, semangkuk untukku.”
“Arak ini terlalu keras, semangkuk saja dan aku mungkin akan mabuk.”
“Baiklah, kau tidak minum. Aku saja.”
Ia mendekatkan mangkuk itu ke wajahnya dan meminum hampir seluruh isinya
dalam satu tegukan. Tiba-tiba ia melihat wajah Hua Man Lou berubah warna.
Maka ia pun terpaksa berhenti.
“Kau baik-baik saja?”
“Ruangan ini seperti punya aroma tertentu, kau menciumnya?” Bibir Hua Man Lou
pun telah berubah menjadi pucat.
“Aku hanya mencium bau arak.”
Hua Man Lou tampak berusaha tetap berdiri, tiba-tiba ia mengulurkan tangan,
mengambil mangkuk arak, dan meminumnya dalam satu tegukan. Warna
kehidupan segera muncul di wajahnya yang tadi kelabu.
Lu Xiao Feng mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali.
“Ternyata arak ini pun bisa mengobati penyakit.” Ia tertawa.
Ia menghabiskan arak di mangkuknya sebelum menyadari bahwa, di dasar
mangkuk itu tertulis sebuah kata lagi.
“PECAHKAN”!
Maka ia melemparkan mangkuk itu dan mangkuk tersebut pun pecah berkepingkeping
di dinding batu.
Lalu tiba-tiba ia melihat bahwa dinding batu itu bergerak, dan muncullah sebuah
pintu rahasia. Di balik pintu itu ada anak tangga yang menurun ke bawah.
Di bawah sana adalah perut gunung. Lu Xiao Feng bahkan tidak perlu turun ke
bawah sebelum melihat kilauan harta.
Perut gunung itu ternyata kosong. Di dalamnya, dengan panjang dan lebar lebih
dari 100 meter, bertumpuk tinggi tombak dan golok dengan jumlah yang tak
terhitung, serta peti-peti berisi emas dan batu-batu berharga.
Seumur hidupnya Lu Xiao Feng belum pernah melihat senjata atau emas
sebanyak ini.
Tapi yang paling mengejutkan dirinya bukanlah senjata atau harta itu, tapi empat
orang manusia. Empat orang laki-laki tua.
Wajah mereka pucat dan telah penuh dengan kerutan, jelas tidak pernah terkena
sinar matahari selama bertahun-tahun. Mereka semua mengenakan jubah
berwarna emas yang berhiaskan naga dan terbuat dari sutera terbaik, semuanya
memakai ikat pinggang yang penuh dengan permata, pakaian para kaisar.
Di sana juga terdapat empat buah kursi emas yang berhiaskan naga, kursi
singgasana. Salah satu dari empat orang laki-laki tua itu duduk di kursi, seperti
sedang berkhayal. Yang seorang lagi berjongkok di lantai sambil memegang
sebuah sempoa, bergumam sendirian, seolah-olah sedang menghitung harta.
Seorang lagi berdiri di depan sebuah cermin perunggu, sambil menghitung
rambut putih yang ada di kepalanya.
Orang terakhir berjalan mondar-mandir sambil menggendong tangan di belakang
punggungnya. Waktu ia melihat Lu Xiao Feng, segera ia berjalan menghampiri
dengan wajah yang kaku.
“Siapa kalian?” Ia bertanya dengan suara yang keras. “Berani-beraninya kalian
memasuki kamar tidur Kaisar tanpa diperintah. Apakah kalian tidak tahu bahwa
ini adalah pelanggaran yang bisa diganjar dengan hukuman cincang?”
Sikap dan tingkah lakunya benar-benar mirip dengan seorang kaisar, tak sedikit
pun kelihatan ia sedang bergurau.
Lu Xiao Feng sedikit tercengang.
“Kau bilang ini adalah Istana Kerajaan? Lalu siapa kau?” Ia terpaksa bertanya.
“Kaisar Rajawali Emas, Kaisar ke-13 dari Kekaisaran Rajawali Emas.”
Lu Xiao Feng kembali tercengang. Tak pernah ia menduga bahwa ada seorang
Kaisar Rajawali Emas lagi di sini. Tapi di tempat ini jelas ada lebih dari satu
orang.
Orang tua ini baru saja selesai bicara ketika 3 orang lainnya pun berdatangan.
“Jangan percayai kata-kata orang tua gila ini, akulah Kaisar Rajawali Emas yang
sebenarnya, dia palsu.” Mereka semua berkata demikian.
“Dia palsu… mereka bertiga semuanya palsu!”
Empat orang laki-laki tua itu semuanya mengatakan hal yang sama, semuanya
berdebat hingga wajah mereka merah hingga ke telinga. Sikap dan aura yang
agung tadi telah hilang seluruhnya.
Lu Xiao Feng tiba-tiba merasa bahwa keempat orang ini adalah orang gila, paling
tidak agak kurang waras otaknya.
Menurut jalan fikirannya, bila bertemu orang-orang seperti ini, yang sebaiknya
dilakukan adalah mengangkat ekormu tinggi-tinggi dan lari keluar dari sana.
Bahkan jika kau berjanji akan memberikan padanya seluruh harta yang ada di
dunia ini, ia tak akan mau tinggal di sana lebih lama lagi.
Tapi baru saja ia memutuskan untuk mundur, tiba-tiba ia menyadari bahwa daun
pintu di sebelah atas deretan anak tangga itu telah tertutup. Empat orang lakilaki
tua itu pun telah mengelilinginya.
“Siapa di antara kami yang menurutmu Kaisar Rajawali Emas yang
sesungguhnya… jujurlah sekarang, katakan yang sebenarnya.” Mereka semua
bertanya padanya.
Pada wajah mereka yang tua dan layu tiba-tiba muncul ekspresi gila dan mirip
binatang. Lu Xiao Feng tahu, tak perduli siapa pun yang ia tunjuk sebagai kaisar
yang sebenarnya, tiga orang lainnya tentu segera berusaha membunuhnya.
Ia tak pernah mengalami peristiwa yang begini aneh dan menakutkan
sebelumnya. Ia bahkan tak bisa memimpikannya.
Saat itu juga, tiba-tiba ia mendengar suara dering yang jernih dan nyaring
sebanyak tiga kali dan sebuah pintu lain tiba-tiba muncul di dinding di
belakangnya.
Empat orang pemuda tampan yang tampangnya seperti kasim, mengenakan
jubah berwarna kuning, berjalan keluar. Masing-masing membawa sebuah meja
kecil dengan makanan di atasnya.
Empat orang laki-laki tua itu segera berlarian mundur dan naik ke “singgasana”
mereka, merubah ekspresi wajah mereka menjadi sangat serius dan angkuh.
Empat orang pemuda itu pun masing-masing berlutut di hadapan salah seorang
dari mereka, mempersembahkan meja yang mereka bawa dan berkata: “Untuk
digunakan oleh Yang Mulia.”
Lu Xiao Feng tiba-tiba merasa sangat pusing, karena ia tak bisa menebak apa
yang sedang terjadi.
Mungkinkah keempat laki-laki tua itu adalah Kaisar Rajawali Emas yang
sebenarnya? Kalau tidak, bagaimana mungkin ada kasim yang melayani mereka?
Tapi tempat ini adalah pondok musim panas Huo Xiu, kenapa ada empat orang
seperti ini di sini?
Pintu di dinding itu masih terbuka, maka, secara diam-diam dan perlahan, ia
menarik tangan Hua Man Lou dan berjalan memasuki pintu itu.
Di balik pintu ada sebuah lorong, di ujung lorong ada sebuah pintu lagi. Waktu
mereka membuka pintu itu, mereka melihat Huo Xiu.
Huo Xiu mengenakan pakaian berwarna biru kehijau-hijauan yang hampir
berubah warna menjadi putih karena terlalu sering dicuci. Ia juga memakai
sepasang sepatu yang tua dan usang, dan duduk di atas tanah, menggunakan
sebatang sendok patah dan mengaduk-aduk arak yang sedang dihangatkan di
sebuah tungku tanah liat berwarna merah.
Arak yang sangat enak aromanya.
Bab 11 : Orang Yang Paling Cerdas (bagian 1)
Udara dipenuhi oleh aroma arak yang harum dan memabukkan, api di dalam
tungku tanah liat kecil itu tidak besar, tapi cukup untuk menghangatkan gua yang
dingin itu.
“Yah, paling tidak aku datang ke tempat yang tepat,” Lu Xiao Feng menarik
nafas. “Dan pada waktu yang tepat pula.”
Huo Xiu juga menarik nafas.
“Aku tidak mengerti kenapa orang ini selalu muncul waktu aku hendak menikmati
arak bagus.”
Ia tersenyum dan berpaling ke arah mereka. Matanya yang berkilauan dan
bersemangat mampu membuat pakaiannya yang butut itu jadi tidak diperhatikan
orang lagi.
“Jika kalian tidak takut pakaian kalian terkena noda, kenapa kalian tidak duduk
dan minum bersamaku?” Ia bertanya sambil tersenyum.
Lu Xiao Feng memandang jubah merah menyala yang ia kenakan dan pakaian
Huo Xiu yang mulai pudar warnanya itu, dan tertawa.
“Bila aku punya pelayan sebanyak jumlah pelayanmu sekarang, aku juga akan
memakai pakaian seperti itu.”
"Oh?"
“Pakaianmu adalah pakaian yang hanya dikenakan oleh orang-orang terkaya, jadi
aku belum pantas.”
“Kenapa?”
“Karena sekali seseorang benar-benar memiliki uang yang banyak, maka orang
tak perduli lagi ia mengenakan apa.”
“Sayangnya kau tak akan pernah jadi kaya!” Huo Xiu tersenyum.
“Mengapa?”
“Karena kau terlalu cerdas, tak ada orang secerdas dirimu yang jadi kaya.”
“Tapi waktu terakhir kali kita bertemu, kau mengatakan bahwa aku akan bisa
kaya cepat atau lambat.”
“Itu karena aku belum tahu betapa cerdas sebenarnya dirimu.”
“Jadi kapan kau mengetahuinya?”
“Sekarang.”
Lu Xiao Feng tertawa lagi.
“Selain dari dirimu, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa masuk ke sini tanpa
perlu banyak usaha.”
“Apakah itu karena tidak ada lagi orang yang sepenurut diriku?” Lu Xiao Feng
bergurau.
Huo Xiu mengangguk.
“Bila mereka melihat kata ‘DORONG’ di pintu, paling sedikit 9 dari 10 orang tentu
tidak mau mendorong pintu itu, dan jika kau tidak mendorong pintu tersebut
maka tidak mungkin kau bisa masuk ke sini. Jika kau tidak berbelok waktu
melihat kata ‘BELOK’, maka tidak mungkin kau mampu keluar dari jalan
rahasiaku itu. Jika kau tidak berhenti waktu melihat kata ‘BERHENTI’, maka
biarpun kau berhasil menghindari serangan panah, paling tidak selembar kulitmu
akan hilang terkena minyak panas yang ditumpahkan padamu.”
“Tapi yang paling keji adalah gas beracun yang kau semburkan ke ruangan
tempat kami berada, bahkan Hua Man Lou pun hampir semaput. Mungkin tidak
terlalu banyak orang yang bisa menduga bahwa bukan hanya tidak ada racun di
dalam arak itu, tapi di situlah obat penawarnya berada.”
“Tapi kau berhasil menebaknya.”
Lu Xiao Feng tersenyum.
“Aku hanya tahu bahwa tidak perduli apakah kau adalah orang baik atau jahat,
paling tidak kau bukanlah orang yang tega berdusta pada sahabatmu. Karena kau
tidak memiliki banyak sahabat, kau tentu tidak mau kehilangan satu orang pun.”
Huo Xiu menatapnya dengan matanya yang cerah, menatapnya selama beberapa
lama.
“Apa lagi yang engkau ketahui?” Tiba-tiba ia bertanya.
Lu Xiao Feng juga menatapnya, menatapnya untuk waktu yang lama.
“Aku juga tahu bahwa margamu bukan Huo, namamu yang sebenarnya adalah
ShangGuan Mu.” Ia menjawab lambat-lambat.
“Benar.” Wajah Huo Xiu sedikit pun tidak berubah ketika ia menjawab.
“Kau bersama Yan TieShan dan DuGu YiHe dulunya adalah pejabat-pejabat
penting di Kekaisaran Rajawali Emas.”
“Benar.”
“Waktu Kekaisaran Rajawali Emas jatuh, kalian bertiga yang memegang seluruh
harta kekaisaran dan membawanya ke sini, ke China.”
“Benar.”
Wajahnya masih tetap tenang, tanpa sedikit pun rasa penyesalan atau haru.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Tapi kalian bertiga lalu mengambil keuntungan dari keadaan itu dan menguasai
harta tersebut. Setelah tiba di China, kalian pergi bersembunyi dan tidak mencari
kaisar ke-13 seperti yang diperintahkan pada kalian….”
“Kau keliru.” Huo Xiu tiba-tiba memotong.
“Keliru?” Lu Xiao Feng mengerutkan keningnya.
“Keliru tentang sebuah hal kecil.”
“Apa itu?”
“Yang tidak menepati janjinya bukanlah kami, tapi pangeran kecil itu yang
melarikan diri bersama ShangGuan Sheng.”
Lu Xiao Feng terdiam, ia tidak memperkirakan hal itu, ia bahkan tidak
memikirkan kemungkinan itu.
“Bukan hanya ia tidak datang ke tempat yang disepakati, ia pun bersembunyi
dari kami sampai sekarang. Kami telah mencari selama bertahun-tahun dan
masih tidak berhasil menemukannya.”
“Jadi itu masalahnya, bukan kalian yang menghindar darinya, tapi dialah yang
menghindar dari kalian.”
“Benar.”
“Kalian bertiga adalah pejabat-pejabat penting dan terpercaya dari kaisar
sebelumnya, dan membawa harta yang demikian banyak bersama kalian. Kenapa
ia bersembunyi dari kalian? Apakah ada yang salah dengannya?”
“Karena harta yang luar biasa besarnya itu bukanlah miliknya,” Huo Xiu
menjawab dengan dingin. “Harta itu adalah milik Kekaisaran Rajawali Emas.”
“Apakah ada bedanya?”
“Perbedaannya besar sekali.”
“Oh.”
“Jika ia menerima harta itu, maka ia berkewajiban untuk menggunakan uang
tersebut buat mendirikan kembali Kekaisaran Rajawali Emas. Itu bukan hal yang
mudah, bukan hanya rintangan menghadang di sepanjang jalan, ia pun bisa
kehilangan nyawanya kapan saja.”
Lu Xiao Feng setuju. Lahir sebagai anggota keluarga kerajaan bukanlah hal yang
benar-benar menguntungkan. “Kuberharap tidak pernah dilahirkan kembali
sebagai anggota keluarga kerajaan” adalah sebuah kalimat yang menggambarkan
kepahitan dan kesulitan yang tidak semua orang bisa memahaminya.
Sinar mata Huo Xiu tampak semakin putus asa dan sedih.
“Sayangnya kaisar kecil kami itu bukanlah seorang calon jenderal yang hebat.” Ia
berkata lambat-lambat.
“Orang macam apakah dia?” Lu Xiao Feng tak tahan untuk tidak bertanya.
“Ia seperti Kaisar Li, seorang yang puitis, dan juga mirip Song HuiZong, seorang
pelukis; sejak kecil, ia telah disebut orang sebagai Jenius dari Tiga Keahlian,
‘membaca puisi, menulis, dan melukis’.”
Ia menarik nafas dan melanjutkan. “Bagi orang seperti dia, siapakah sebenarnya
dirinya bukanlah hal yang penting, kehilangan tahtanya mungkin tidak masalah
baginya, selama ia bisa menulis puisi, menyanyikan lagu-lagu, dan hidup bebas
dari perasaan khawatir dan cemas, itulah yang selalu ia inginkan, di samping
itu….”
“Ya?”
“Di samping itu, harta yang dibawa ShangGuan Sheng bersamanya sudah lebih
dari cukup untuk dipakai mereka seumur hidup.”
Lu Xiao Feng tidak bicara lagi, tapi kebisuannya bukan berarti ia percaya.
“Kau tidak mempercayaiku?”
Lu Xiao Feng masih tidak menjawab.
“Ransum dan senjata yang kami kumpulkan untuk persiapan pendirian kembali
kekaisaran kami semuanya berada di luar, kamu mungkin telah melihatnya kan?”
Lu Xiao Feng mengangguk.
“Kami memang telah menggunakan sedikit harta kekaisaran itu, tapi tujuannya
adalah menggunakan uang itu untuk membangun sebuah bala tentara yang akan
bertempur buat pendirian kembali kekaisaran, karena, seperti yang kau katakan,
kami adalah pejabat-pejabat penting dinasti sekarang. Tapi jika kaisar kami tidak
muncul, lalu untuk apa kami bertempur?”
Kata-katanya itu hampir memaksa Lu Xiao Feng mempercayainya, walaupun ia
tidak ingin.
“Tapi jika ia benar-benar bersembunyi dari kalian selama bertahun-tahun ini,
kenapa ia tiba-tiba berusaha mencari kalian sekarang?” Ia terpaksa mengajukan
pertanyaan terakhir.
“Hal itu mungkin ada kaitannya dengan orang-orang yang mendatangi kami
sebelumnya.” Huo Xiu menjawab dengan dingin.
“Oh?”
“Empat orang tua yang ada di luar sana, aku yakin kau telah bertemu dengan
mereka.”
Lu Xiao Feng tiba-tiba mendapat sebuah firasat.
“Maksudmu mereka semua adalah penipu-penipu yang berusaha mendapatkan
harta itu?”
Huo Xiu mengangguk.
“Mereka ingin kaya, maka kubiarkan mereka duduk menghadapi harta itu
sepanjang hari setiap harinya. Mereka ingin berpura-pura menjadi raja, maka
kubiarkan mereka duduk di singgasana dan mengenakan Jubah Naga itu
sepanjang hari setiap harinya.” Huo Xiu menjawab dengan santai. “Walaupun
mereka berusaha mendapatkan uang itu dengan cara menipu, kau tak bisa
mengatakan kalau perlakuanku terhadap mereka ini keterlaluan.”
Lu Xiao Feng menarik nafas dan menampilkan sebuah senyuman yang agak
canggung.
“Ternyata kau bukan orang baik-baik, orang baik tak akan memperlakukan orang
lain seperti itu.”
Tapi kenyataannya ia harus mengakui bahwa tidak ada cara yang lebih tepat
untuk menangani orang-orang seperti itu.
“Urusan ini seharusnya merupakan sebuah rahasia besar, selain dari kami
berempat dan pangeran kecil kami yang menjadi kaisar, seharusnya tidak ada
lagi orang yang mengetahuinya.”
“Jika demikian, kenapa mereka bisa tahu?”
“Mereka pun tidak tahu.”
Lu Xiao Feng terdiam, ia tidak memahami maksud ucapan Huo Xiu.
“Yang mengetahui tentang rahasia ini adalah orang lain, mereka hanyalah pionpion
yang digunakan orang itu.”
“Siapakah orang lain ini?”
“Tak tahu.”
“Mereka pun tidak tahu?”
“Jika kau adalah dia, maukah kau muncul tanpa samaran?” Huo Xiu mendengus.
“Tidak,” Lu Xiao Feng menyahut sambil tersenyum pilu.
“Secara keseluruhan, mereka telah bertemu orang itu sebanyak tiga kali. Setiap
kali bertemu dengan mereka, penampilan orang itu selalu berbeda. Jika bukan
karena suaranya yang tidak berubah, mereka tentu tidak percaya kalau dia
adalah orang yang sama.”
“Jadi tampaknya bukan hanya rencana-rencana orang ini tidak ada cacatnya, ia
juga seorang ahli menyamar.”
Sejak tadi Hua Man Lou hanya mendengarkan dari samping.
“Ahli samaran yang sesungguhnya tentu bisa merubah suara mereka juga.” Tibatiba
ia memotong.
“Oh?” Lu Xiao Feng menjawab.
“Seni menyamarkan diri adalah bagian dari Ninjutsu yang berasal dari tiga pulau
Jepang yang terletak di pantai timur. Dalam seni ini, ada sebuah keahlian khusus
yang, bila telah dikuasai, memungkinkan pemiliknya untuk mengendalikan otototot
di dalam tenggorokannya, sehingga ia bisa merubah suaranya.”
{Saat itu wilayah Jepang tidak termasuk Hokkaido.}
“Apakah kau pun bisa tertipu oleh ilmu ini?” Lu Xiao Feng bertanya.
“Jika seseorang benar-benar menguasai ilmu ini, bahkan aku pun tak mampu
mengetahui perbedaannya.”
“Jadi mungkin saja Kaisar Rajawali Emas yang meminta pertolongan kita itu juga
palsu?” Lu Xiao Feng bertanya pada dirinya sendiri.
“Sebabnya aku meminta SiKong ZhaiXing menculik ShangGuan DanFeng dari
kalian adalah untuk memeriksa apakah ia asli atau tidak, sayangnya SiKong
kebetulan adalah teman kalian sendiri!”
“Untunglah kau akhirnya berhasil juga dan ShangGuan DanFeng tetap jatuh ke
tanganmu.”
“Siapa bilang dia ada di tanganku?”
“Memangnya tidak?” Lu Xiao Feng mengerutkan keningnya.
“Tidak.”
Lu Xiao Feng kembali terkejut, karena ia tahu bahwa Huo Xiu bukan tipe
pendusta.
Tapi jika Huo Xiu tidak berdusta, kenapa ShangGuan DanFeng tiba-tiba
menghilang? Ia tak bisa menebak penyebabnya, tak seorang pun bisa
menebaknya.
“Aku belum pernah bertemu dengannya!” Huo Xiu menambahkan.
“Lalu, pernahkah kau bertemu dengan ShangGuan FeiYan?” Lu Xiao Feng terus
menyelidik.
“Aku bahkan belum pernah mendengar nama itu sebelumnya!”
Lu Xiao Feng makin bingung. Sedikit pun ia tak menduga perkembangan masalah
ini akan semakin berliku-liku.
Yang bisa ia lakukan hanyalah memaksakan sebuah senyum penyesalan di
wajahnya.
“Tak heran Yan TieShan berusaha mengusirku pergi saat ia mendengar aku
mengungkit-ungkit masalah ini. Mungkin ia mengira aku juga berusaha
mendapatkan harta itu.”
“Tapi saat itu kau mengira bahwa ia marah dan frustrasi karena rahasia lama ini
diungkapkan.” Huo Xiu berkomentar.
Lu Xiao Feng terpaksa mengakui bahwa Huo Xiu benar. Baru sekarang ia
akhirnya mengerti kenapa wajah Yan TieShan menampilkan ekspresi yang begitu
aneh waktu ia melihat ShangGuan DanFeng tepat sebelum ia mati. Tapi
mungkinkah ShangGuan DanFeng adalah dalang dari semua ini?
Tapi ia masih tidak percaya kalau semua ini adalah dusta. Jika semua ini telah
direncanakan, lalu kenapa ada begitu banyak orang yang berusaha mencegahnya
ikut campur dalam urusan ini? Dan lebih jauh lagi, kenapa Paviliun Baju Hijau
terlibat dalam masalah ini dan berusaha mencegahnya bertemu dengan Kaisar
Rajawali Emas?
“Kapan terakhir kalinya kau bertemu kaisar kecil itu?” Hua Man Lou tiba-tiba
bertanya.
“Lebih dari 40 tahun yang lalu.”
“Dan berapa usianya saat itu?”
“Tiga belas tahun.”
“Empat puluh tahun, bahkan seorang anak berusia 13 tahun pun telah menjadi
laki-laki tua.” Hua Man Lou merenung.
Huo Xiu menarik nafas dalam-dalam.
“Waktu tidak memberi ampun, setiap orang tentu akan menjadi tua.”
“Lalu bagaimana kau tahu apakah seorang laki-laki tua berusia 60 tahun adalah
kaisar yang dulu berusia 13 tahun itu?” Hua Man Lou bertanya.
“Ada rahasianya, sebuah rahasia yang tersimpan rapat-rapat.” Huo Xiu menjawab
dengan suara yang berat dan tenang.
Hua Man Lou tidak bertanya lagi, ia percaya bahwa setiap orang berhak
mempunyai rahasia.
Tapi Huo Xiu meneruskan. “Tapi aku percaya pada kalian berdua, aku mau
memberitahukan rahasia ini pada kalian.”
Hua Man Lou menggunakan kebisuannya untuk mengungkapkan rasa terima
kasihnya, mendapat kepercayaan dari orang seperti Huo Xiu bukanlah urusan
gampang.
“Setiap Kaisar Rajawali Emas selalu memiliki cacat lahir, mereka mempunyai 6
jari kaki pada masing-masing kaki mereka.”
“Jadi itulah yang kau gunakan untuk mengetahui bahwa orang-orang tua itu
adalah penipu!” Lu Xiao Feng tersadar.
Huo Xiu mengangguk.
“Jika orang lain mengetahui rahasia ini pun tetap sangat sukar baginya untuk
memalsukannya. Aku belum pernah melihat orang dengan 6 jari kaki di kedua
kakinya.”
“Aku pun belum pernah melihatnya.” Lu Xiao Feng menjawab.
Huo Xiu tersenyum.
“Hehe, orang yang mempunyai empat alis pun tidaklah banyak.”
Lu Xiao Feng juga tersenyum.
“Jadi yang harus kalian lakukan sekarang adalah mengusahakan agar Kaisar
Rajawali Emas kalian itu melepaskan sepatunya dan menghitung jumlah jari
kakinya,” Huo Xiu berkata. “Maka kalian akan tahu apakah ia asli atau tidak.”
“Itu tidak terlalu sukar.”
“Mengusahakan agar seorang laki-laki melepaskan sepatunya tentu jauh lebih
mudah daripada mengusahakan agar seorang gadis membuka celananya.” Huo
Xiu tersenyum.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Tampaknya kau benar-benar bukan seorang laki-laki sejati.”
Huo Xiu pun menarik nafas.
“Menjadi orang baik tidaklah sulit, tapi merendah seperti diriku barulah sukar.”
Lu Xiao Feng memahami maksud ucapannya. Bila seseorang harus menjaga
sebuah harta yang besar, ia tentu harus merendah serendah-rendahnya untuk
berjaga-jaga terhadap orang lain.
“Jika Kaisar Rajawali Emas kalian itu adalah kaisar yang sebenarnya, maka aku
akhirnya akan bisa melepaskan beban yang berat ini dari pundakku,” Huo
meneruskan. “Jika tidak, maka….”
“Jika tidak, maka aku akan mengundangnya ke sini untuk menemani empat
orang di luar sana.” Lu Xiao Feng menyelesaikan ucapannya.
______________________________
Saat mereka berjalan keluar dari gua misterius itu, fajar telah tiba. Angin musim
semi terasa dingin tapi bersih menyegarkan. Lereng bukit itu tampak menghijau,
dan tetesan embun di dedaunan tampak seperti batu permata di bawah sinar
fajar. Betapa cantik dan indahnya dunia ini.
Hal pertama yang dilakukan Lu Xiao Feng adalah mengambil nafas dalam-dalam.
“Firasatku benar,” ia berkata sambil tersenyum lelah. “Aku bertemu sesuatu yang
ganjil lagi.”
Perkembangan masalah ini memang tak bisa diperkirakan oleh siapa pun.
“Fikirkanlah,” Hua Man Lou tiba-tiba berkata. “Apakah menurutmu di dunia ini
memang ada orang yang berjari 6 di setiap kakinya?”
“Aku tak tahu, belum pernah melihatnya.”
“Jika tidak ada orang seperti itu di dunia ini, maka kita tak akan pernah bisa
menemukan Kaisar Rajawali Emas ‘yang sebenarnya’, kan? Lalu bukankah katakata
Huo Xiu akan menjadi kebenaran padahal sebenarnya tidak?”
Lu Xiao Feng berfikir sebentar.
Tiba-tiba ia tersenyum.
“Aku hanya tahu bahwa dunia ini aneh, di mana segala macam orang-orang aneh
pun ada.”
Hua Man Lou juga tersenyum.
“Benar, jika ada orang yang beralis 4, lalu kenapa tidak mungkin ada orang yang
berjari-kaki 6? Sayangnya sekarang alismu hanya tersisa 2.”
Lu Xiao Feng meraba-raba bagian atas bibirnya tempat kumisnya dulu berada.
“Kau keliru lagi.” Ia tersenyum.
“Tentang apa?”
“Tak perduli berapa sering seseorang mencukur kumisnya, kumis itu akan selalu
tumbuh kembali.”
Setelah ia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba ia melihat seseorang berjalan
keluar dari kabut pagi yang tebal seperti sesosok hantu.
Wajahnya pucat, jelas ia kelelahan dan rapuh, tapi masih kelihatan sangat cantik.
Lu Xiao Feng mengenalinya.
“Nona Yie XiuZhu?”
Yie XiuZhu mengangguk.
“Apakah Nona Yie menunggu seseorang di sini?”
Yie XiuZhu menggelengkan kepalanya.
“Aku telah berada di sini sejak tadi malam.”
“Mengapa?”
“Kami menguburkan guru dan adik seperguruan kami di sini,” ia menjawab
dengan murung. “Kakak seperguruan merasa lelah, tapi aku… aku tak bisa tidur.”
Ternyata ia adalah gadis yang paling jujur dan pemalu di antara Empat Cantik
E’Mei, ia tampak canggung bila berbicara dengan seorang laki-laki.
Lu Xiao Feng menarik nafas. Besar sekali rasa simpati dan haru yang ada di
hatinya terhadap gadis ini, tapi ia tak tahu harus mengatakan apa.
“Kami tak berhasil menyusul XiMen ChuiXue,” Tiba-tiba ia bicara lagi. “Maka…
kami bahkan tidak tahu apakah adik seperguruan ke-3 kami masih hidup atau
sudah mati.”
“Aku akan menemukannya untukmu.” Lu Xiao Feng berjanji padanya.
Kepala Yie XiuZhu semakin ditundukkan.
“Ada sesuatu lagi yang harus kuberitahukan padamu.” Ia berkata setelah terdiam
beberapa lama, dengan suara yang nyaris berupa sebuah bisikan.
Lu Xiao Feng menunggu ucapannya selanjutnya.
“Seharusnya adik ketiga yang memberitahukan ini pada kalian, tapi sebelum ia
melakukannya, ia telah… telah….” Tiba-tiba ia tak mampu mengontrol suaranya
lagi dan terpaksa berhenti untuk mengendalikan dirinya sendiri. Dengan lembut
dan perlahan ia menghapus air matanya dengan lengan bajunya dan
meneruskan. “Sebabnya guru kami melakukan perjalanan ke sini adalah karena
ia menerima informasi bahwa Paviliun Pertama dari Paviliun Baju Hijau berada di
atas bukit di belakang Paviliun Mutiara dan Intan.”
“Tidak ada informasi yang mutlak kebenarannya, tak perduli berasal dari mana
pun.” Lu Xiao Feng berujar.
Kepala Yie XiuZhu tiba-tiba menengadah.
“Tapi adik ketiga kami diserang orang karena informasi ini. Jelas seseorang tidak
menginginkan dia mengatakannya. Itulah sebabnya aku merasa hal ini sangat
penting dan kau harus mengetahuinya.” Terlihat tanda kegusaran di wajahnya,
bahkan suaranya pun sedikit meninggi.
Lu Xiao Feng merasa iba padanya.
“Aku tahu kau bermaksud baik,” ia memaksakan sebuah senyuman di wajahnya.
“Tak perduli apa yang terjadi, setelah aku berhasil menyingkap masalah ini,
kaulah yang pertama akan kuberitahukan.”
Kepala Yie XiuZhu kembali menunduk dan ia terdiam beberapa lama.
“Jadi ke mana kalian akan pergi sekarang?” Ia berbisik lirih.
“Kami akan menemui seorang laki-laki berjari-kaki 6….”
Kepala Yie XiuZhu segera menengadah lagi dan ia tampak terkejut mendengar
komentar itu. Tiba-tiba ia berputar dan pergi.
Hua Man Lou menarik nafas.
“Sekarang ia mungkin mengira kau sudah gila.”
Lu Xiao Feng menarik nafas juga.
“Sekarang aku pun semakin dan semakin meragukan kewarasanku.”
______________________________
Lorong yang panjang itu tampak gelap dan sepi. Mereka menunggu di ujung
lorong, seseorang telah masuk untuk memberitahu Kaisar Rajawali Emas tentang
kedatangan mereka.
“Jadi kau yakin bisa membuatnya melepaskan sepatunya?” Hua Man Lou
bertanya dengan perlahan, ia benar-benar ingin tahu.
“Tidak.”
“Kau sudah memikirkan caranya?”
“Aku sudah memikirkan beberapa cara, tapi aku tak bisa memutuskan akan
menggunakan cara yang mana.”
“Coba berikan aku dua buah contoh.”
“Aku bisa secara sengaja menjatuhkan sebaskom air ke kakinya; atau aku bisa
mengatakan bahwa aku benar-benar menyukai sepatunya dan bertanya padanya
apakah ia mau melepaskannya untuk kulihat lebih seksama.”
“Apakah kau tahu betapa tololnya ide-idemu itu?” Hua Man Lou mengerutkan
keningnya.
“Tentu saja aku tahu,” Lu Xiao Feng tersenyum mengibakan. “Tapi seluruh
masalah ini memang tolol, jadi bagaimana kau bisa mengharapkan aku tidak
memikirkan ide-ide yang tolol?”
Ia berhenti bicara, karena pintu itu telah dibuka.
Kaisar Rajawali Emas masih duduk di kursi yang besar tapi nyaman itu, wajahnya
menampilkan perasaan gelisah yang meluap-luap.
“Jadi kalian telah menemukan 3 orang pengkhianat itu?” Ia bahkan tidak
menunggu mereka berjalan memasuki ruangan itu sebelum bertanya.
“Hanya 2 orang.” Lu Xiao Feng menjawab.
“Di mana mereka?” Wajah Kaisar Rajawali Emas tampak bersinar.
“Mereka sudah mati.”
Ekspresi wajah Kaisar Rajawali Emas berubah hebat.
“Mati? Kenapa?”
“Setiap orang tentu mati.”
Lu Xiao Feng tidak terlalu memperhatikan jawaban-jawaban yang ia ucapkan
karena ia tidak bisa melihat kaki Kaisar Rajawali Emas --- sang kaisar tertutup
dari paha ke bawah oleh sehelai selimut sutera yang berhiaskan naga-naga emas,
seolah-olah ia takut pada hawa dingin.
Tapi Hua Man Lou segera menggantikan dirinya bercerita pada sang kaisar.
“Kami belum menemukan Huo Xiu, karena ia sukar ditemukan,” ia akhirnya
menambahkan. Ini adalah pertama kalinya ia berdusta, tiba-tiba ia menyadari
bahwa berdusta bukanlah hal yang sulit dilakukan.
Karena saat ia mengucapkan perkataan dusta itu, di dalam hatinya ia tidak
merasa berbuat salah pada orang lain dengan dusta tersebut.
Kaisar Rajawali Emas menarik nafas panjang.
“Aku ingin bertemu dengan mereka untuk melihat apakah mereka masih punya
muka untuk bertemu denganku.” Ia berkata dengan nada yang pahit.
“Tapi kami ingin bertemu seseorang sekarang juga!” Hua Man Lou tiba-tiba
berkata.
“Siapa?”
"Zhu Ting."
“Sebenarnya aku pun ingin bertanya pada kalian,” Kaisar Rajawali Emas
mengerutkan keningnya. “Aku telah dua kali mengirimkan orang untuk
menjemputnya, dan ia masih belum datang juga.”
Hua Man Lou berfikir sebentar sebelum tersenyum.
“Mungkin karena ia adalah orang yang pemalas.”
“Hiasan naga di selimut tuan tampak indah sekali,” Lu Xiao Feng tiba-tiba
bicara,”seperti naga sungguhan.”
Ini adalah sebuah kalimat yang bodoh, setelah itu ia melakukan suatu hal yang
bodoh lagi. Ia berjalan menghampiri dan menyingkap selimut itu. Tubuhnya tibatiba
menjadi kaku seperti orang tolol, tanpa bergerak sedikit pun, setelah ia
mengangkat selimut itu. Tidak ada sesuatu apa pun yang keluar dari kaki celana
panjang Kaisar Rajawali Emas, kedua kakinya ternyata telah buntung dari lutut
ke bawah.
“Kau mungkin bingung kenapa kakiku tiba-tiba menghilang, kan?”
Yang bisa dilakukan Lu Xiao Feng hanyalah mengangguk seperti orang tolol.
“Kalian ingat masalah lama dengan kakiku?” Kaisar Rajawali Emas menarik nafas.
“Jika aku menyentuh arak, maka kakiku akan sakit. Bila seseorang telah tua, ia
semakin banyak mendapatkan masalah.”
Ini benar, ia pernah memberitahukan hal ini pada Lu Xiao Feng saat terakhir
kalinya mereka datang ke tempat itu.
“Tapi bila kalian sudah seusiaku, hiburan apa lagi yang kalian miliki selain minum
sedikit arak?” Kaisar Rajawali Emas tersenyum sedih.
“Jadi… tuan telah minum arak?” Lu Xiao Feng kembali memaksakan sebuah
senyuman di wajahnya.
“Kukira kalau minum sedikit saja tak akan bermasalah, tapi aku baru
menghabiskan 3 cangkir ketika kakiku mulai membengkak, maka… maka aku
memutuskan untuk menyingkirkannya saja dan menyuruh Liu YuHen untuk
membuntunginya.”
Ia tiba-tiba berhenti dan tertawa terbahak-bahak. “Aku mungkin tidak punya kaki
lagi, tapi paling tidak sekarang aku bisa minum tanpa harus merasa cemas lagi.
Malam ini aku akan menantang kalian berdua untuk bertanding minum, mari kita
lihat apakah orang tua ini bisa minum arak sebaik kalian orang-orang muda ini.”
Lu Xiao Feng hanya bisa menatapnya dengan senyuman dungu di wajahnya.
“Seandainya kalian datang beberapa hari lebih cepat, aku tentu akan
mengeluarkan potongan kaki itu dan memperlihatkannya pada kalian untuk
membuktikan bahwa biar pun aku telah tua, aku masih punya semangat prajurit
dalam diriku.”
“Di mana kaki tuan itu sekarang?” Lu Xiao Feng terpaksa bertanya.
“Aku telah membakarnya.”
“Dibakar? Kenapa tuan membakarnya?” Lu Xiao Feng terkejut.
“Kedua kaki itu telah mencegahku minum arak selama 10 tahun ini, kenapa aku
tidak boleh membakarnya? Apakah kalian berharap aku akan menggunakannya
sebagai makanan ringan yang dinikmati bersama arak?”
Lu Xiao Feng tak bisa berkata apa-apa lagi. Sambil memandang ekspresi angkuh
dan percaya diri pada wajah laki-laki tua ini, ia tiba-tiba merasa seperti orang
tolol, orang yang benar-benar tolol.
Lorong itu masih gelap dan muram ketika mereka perlahan-lahan berjalan keluar
melaluinya.
“Yah, paling tidak kita telah menyelesaikan masalah ini.” Hua Man Lou tiba-tiba
tersenyum.
“Oh?”
“Kau tidak perlu memikirkan cara untuk melepaskan sepatunya lagi, karena ia
memang tak punya sepatu!”
“Sejak kapan kau punya rasa humor?” Lu Xiao Feng menjawab dengan dingin.
Tapi urusan ini sama sekali tidak lucu. Bahkan Huo Xiu pun sekarang tak akan
dapat mengetahui apakah Kaisar Rajawali Emas ini asli atau tidak.
Jika kau mengatakan hal ini hanyalah kebetulan, ia tetap tak bisa percaya betapa
sempurnanya kebetulan ini.
Jika kau mengatakan hal ini bukan sebuah kebetulan, lalu kenapa Kaisar Rajawali
Emas tahu tentang rencana mereka? Mereka langsung datang ke tempat ini
segera setelah meninggalkan tempat Huo Xiu. Jika Kaisar Rajawali Emas tidak
memiliki mata dan telinga yang bisa mengetahui kejadian-kejadian di tempat
yang jauhnya beribu-ribu kilometer, tak mungkin ia bisa tahu bahwa mereka
datang untuk melihat kakinya.
“Jika kakiku bengkak setiap kali aku minum, aku pun mungkin telah
membuntunginya.” Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Tampaknya tidak sedikit orang di dunia ini yang lebih suka mati daripada
berhenti minum.” Hua Man Lou balas menarik nafas.
“Ruangan itu mungkin masih dibiarkan kosong untukmu, kenapa kau tidak pergi
tidur, jangan lupa bahwa seseorang ingin menantangmu dalam adu minum nanti
malam.” Lu Xiao Feng tiba-tiba berkata.
“Bagaimana denganmu?”
“Aku akan mencari seseorang.”
“Siapa?”
“Seorang wanita, tentu saja. Seorang wanita yang mempunyai kaki.”
Wajah Hua Man Lou segera bersinar-sinar.
“Benar, kau harus menemukan seorang perempuan berjari-kaki 6 secepat
mungkin.”
“Oh!”
“Jangan lupa bahwa setiap generasi Kaisar Rajawali Emas selalu memiliki 6 jari
kaki, ini adalah cacat turunan. Jadi jika ShangGuan DanFeng adalah puteri Kaisar
Rajawali Emas, ia tentu punya 6 jari kaki juga, kau….”
Ia berhenti bicara, karena tiba-tiba ia menyadari bahwa Lu Xiao Feng telah
menghilang.
______________________________
Hari sudah dekat senja. Bunga-bunga di kebun itu sedang mekar, angin pun
membawa keharumannya, tapi tak ada seorang pun di sana.
ShangGuan Xue-Er tidak berada di kebun itu. Lu Xiao Feng bukan mencari
ShangGuan DanFeng, karena ia tahu ShangGuan DanFeng tidak mungkin berada
di situ.
Kaisar Rajawali Emas tidak mengucapkan sepatah kata pun yang menanyakan
keberadaan puterinya. Ini sebuah masalah yang aneh lagi.
Lu Xiao Feng tidak punya waktu untuk memikirkan masalah-masalah ini,
sekarang ia hanya ingin menemukan ShangGuan Xue-Er secepat mungkin dan
menanyakan sebuah pertanyaan padanya, sebuah pertanyaan yang sangat
penting.
Bila ia tidak ingin melihat gadis kecil itu, ia selalu mondar-mandir di depannya,
tapi sekarang, saat ia ingin bertemu dengannya, tak terlihat sedikit pun jejaknya
di mana-mana. Lu Xiao Feng menarik nafas, berjalan di tengah-tengah kebun
bunga itu, dan tiba-tiba menemukan sebuah pintu kecil.
Pintu itu agak tersembunyi, di baliknya ada sebuah halaman kecil, di tengah
halaman itu ada sebuah sumur.
Ia mendorong pintu itu hingga terbuka, berjalan masuk, dan akhirnya
menemukan ShangGuan Xue-Er. Setan kecil ini tampaknya selalu berbuat yang
aneh-aneh.
Saat itu ia sedang berjongkok di tengah halaman, sendirian, memandang tanpa
berkedip pada sepetak tanah kosong dengan matanya yang besar, seperti sedang
terhipnotis.
Tapi tidak ada apa-apa di atas tanah itu, bahkan sehelai rumput pun tidak.
Lu Xiao Feng tak bisa membayangkan ada hal apa yang begitu menarik dengan
sepetak tanah.
“Hei, kakak sepupu,” ia akhirnya bertanya. “Apa yang sedang kau pandangi?”
Xue-Er tidak menjawab, bahkan ia pun tidak berpaling. Para pelajar yang akan
mengambil ujian mereka pasti berharap bisa menandingi konsentrasinya pada
saat ini.
Jadi apa yang sedang dipandang oleh setan kecil ini? Keingin-tahuan Lu Xiao
Feng pun bangkit.
Ia pun segera berjongkok di samping Xue-Er. Ke mana mata Xue-Er tertuju, ke
situ juga matanya memandang. Ia masih tidak bisa melihat apa-apa.
Jelas tempat itu telah lama tidak tersentuh air, tanahnya sangat kering, bunga
dan rumput di kebun sebelah luar tumbuh dengan suburnya, tapi di dalam sini
hanya ada tanah yang gundul.
Bahkan tempat itu sepertinya sudah lama tidak digunakan, rak kecil di atas
sumur pun tertutup debu, di sisi lain halaman itu ada dua buah ruangan tua,
gembok di pintu ruangan itu pun tertutup karat.
Lu Xiao Feng memandang ke kanan dan ke kiri, dan masih tidak bisa melihat apa
yang sedang dilakukan Xue-Er di sini.
“Waktu kakekku masih hidup,” Xue-Er tiba-tiba berkata, “ini adalah tempat ia
bermeditasi.”
Lu Xiao Feng tahu bahwa kakek gadis ini adalah ShangGuan Sheng, orang yang
bersama Huo Xiu dan teman-temannya telah menerima perintah untuk
membantu kaisar kecil, ia juga merupakan paman Kaisar Rajawali Emas.
“Sejak kakekku wafat, tak seorang pun yang datang ke sini lagi.”
“Jadi apa yang kau lakukan di sini?” Lu Xiao Feng akhirnya menyerah dan
bertanya lagi.
Xue-Er tiba-tiba memutar kepalanya dan menatapnya.
“Itu juga yang ingin kutanyakan padamu, apa yang kau lakukan di sini?”
“Aku… aku ke sini mencarimu.”
“Untuk apa?”
“Untuk bertemu denganmu, dan berbincang-bincang denganmu.”
Xue-Er memasang wajah cemberut.
“Kau tidak percaya sepatah kata pun yang aku katakan, untuk apa aku
berbincang-bincang denganmu!” Ia mendengus.
Lu Xiao Feng tersenyum.
“Bagaimana kau tahu bahwa aku tidak mempercayai sepatah kata pun
ucapanmu?”
"Kau sendiri yang mengatakannya.”
Lu Xiao Feng mengedip-ngedipkan matanya.
“Jadi kau menganggap setiap kata yang aku ucapkan adalah benar?”
Xue-Er menatapnya dengan matanya yang besar, menatapnya untuk waktu yang
lama. Lalu tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak.
Lu Xiao Feng pun tertawa. Ia tiba-tiba menyadari bahwa bila Xue-Er tertawa, ia
benar-benar tampak sebagai seorang gadis yang penurut dan jujur.
Tapi tiba-tiba Xue-Er membuat kaku wajahnya lagi.
“Apa pun yang ingin kau bicarakan denganku, ayo, katakanlah.”
“Aku ingin bertanya padamu, kapan terakhir kalinya kau melihat kakakmu?”
“Hari saat ia membawa pulang Hua Man Lou, yang juga merupakan hari
keberangkatan kami untuk mencarimu.”
“Dan kau belum melihatnya lagi sejak kau pulang?”
”Tidak.” Tanda-tanda kesedihan kembali muncul di wajahnya. “Ia selalu baik
padaku, bahkan jika ia akan pergi keluar, ia akan menitipkan pesan atau sesuatu
untukku. Tapi kali ini… kali ini ia tentu telah dibunuh oleh seseorang.”
Terlihat tanda-tanda di mata Lu Xiao Feng yang menunjukkan bahwa fikirannya
tidak terfokus ke masalah itu.
“Apakah ia sering pergi keluar?”
“Dulu ia tidak berani pergi ke luar, tapi setelah kakek wafat, ia semakin berani.
Bukan hanya ia semakin sering pergi, ia bahkan sering pergi keluar selama
setengah bulan atau lebih. Aku selalu curiga bahwa ia bertemu dengan seseorang
di luar sana, tapi ia tak mau mengakuinya. Orang tua kami sudah lama
meninggal, maka kami selalu bersama kakek kami. Kakakku tidak takut pada apa
pun, tapi ia takut pada kakek.”
“Dan pamanmu tak pernah berusaha mengontrolnya?”
Xue-Er menggelengkan kepalanya.
“Walaupun ia ingin, tapi ia tak bisa. Suatu kali ia memutuskan untuk mengurung
kakakku di kamarnya, dan kakak masih menemukan cara untuk melarikan diri
dan pergi ke luar.”
“Apakah ia biasanya bersikap baik pada kakakmu?”
“Tidak, ia selalu memarahi kakakku, mengatakan bahwa ia merusak nama
keluarga ShangGuan, tapi kakakku tak pernah mau mendengarkannya.”
Ia menggigit bibirnya sebelum meneruskan dengan perlahan. “Itulah sebabnya
aku curiga kalau ia telah membunuh kakakku.”
“Tapi kakakmu belum mati.”
“Siapa bilang?”
“Belum lama ini Hua Man Lou melihatnya.”
“Ia melihat kakakku? Ia buta seperti kelelawar, bagaimana mungkin ia melihat
kakakku?” Xue-Er tertawa dingin.
“Ia bisa tahu dari suara kakakmu.”
Ekpresi wajah Xue-Er tiba-tiba berubah.
“Itu tentu ShangGuan DanFeng yang pura-pura menjadi dirinya. Mereka berdua
memang mirip sejak kecil, bahkan mereka sering saling menirukan suara yang
lain. Suatu hari dia pernah menutup mataku dan menggunakan suara kakakku
untuk bicara denganku, bahkan aku pun terperdaya.”
Sebuah ekspresi aneh muncul di wajah Lu Xiao Feng, walaupun masalah ini
semakin memusingkan tetapi ternyata juga semakin menarik.
Tinju Xue-Er terkepal erat-erat.
“Sekarang setelah kau mengatakannya, aku jadi faham semuanya.” Tiba-tiba ia
berkata. “Orang yang membunuh kakakku pasti dia dan bukan orang lain.”
“Maksudmu ShangGuan DanFeng?”
Xue-Er mengangguk.
“Di luarnya ia mungkin selalu bersikap baik pada kakakku, tapi kakakku selalu
mengatakan bahwa sikapnya itu palsu, hanya pura-pura. Karena ia selalu iri pada
kakakku yang lebih cantik dan lebih cerdas daripada dirinya.” Ia tidak
membiarkan Lu Xiao Feng memotong dan meneruskan. “Setelah ia membunuh
kakakku, ia sengaja muncul sebagai kakakku di depan Hua Man Lou untuk
menipu kalian supaya menganggap kakakku belum mati.”
Lu Xiao Feng menarik nafas. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Walaupun katakata
Xue-Er agak gila, tapi memang masuk di akal.
Xue-Er tiba-tiba memegang tangannya.
“Itulah sebabnya aku membutuhkan bantuanmu.”
“Bantuan apa?”
“Aku mohon kau mau membantuku menggali mayat kakakku!”
“Kau tahu di mana mayat kakakmu dikuburkan?”
“Aku tahu, tentu saja aku tahu.”
Lu Xiao Feng ingin tertawa, tapi tak bisa.
Tetapi ekspresi wajah Xue-Er tetap serius.
“Aku telah mencari-cari di dalam kebun dan tak menemukannya. Tapi sekarang
aku sadar bahwa di sinilah tempat ia membunuh kakakku, di sinilah tentu ia
kuburkan mayatnya.”
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Bagaimana kau tahu?”
“Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, kakekku telah menjadi seorang
hwesio. Bukan hanya ia tak mau membunuh seekor semut pun, ia malah sering
membawakan beberapa butir beras untuk diberikan pada mereka. Di halaman
inilah ia memberikan beras itu pada semut.” Perasaannya begitu meluap-luap
sehingga wajahnya pun menjadi merah. “Tapi aku telah tinggal beberapa lama di
sini dan mencari-cari selama 4 jam, tapi tak melihat seekor semut pun.”
“Dan karena itu kau berfikir….”
“Aku fikir tentu ada racun di bawah permukaan tanah ini,” Xue-Er menyelesaikan
ucapannya itu. “Sehingga semut pun jadi takut dan kabur.”
“Racun?”
“Ia tentu telah menggunakan racun untuk membunuh kakakku. Sekarang racun
itu merembes keluar dari mayat kakakku dan masuk ke tanah, maka tanahnya
pun telah mati karena racun itu.”
“Tanah bisa mati oleh racun?”
“Tentu saja, tanah pun ada yang hidup dan ada yang mati. Hanya di atas tanah
yang hidup, rumput dan bunga-bunga bisa tumbuh, dan kumbang-kumbang kecil
serta semut bisa hidup.”
Lu Xiao Feng menarik nafas lagi.
“Kau berfikir terlalu banyak, tahu? Jika seseorang berfikir terlalu banyak di masa
kecilnya, maka waktu orang itu tumbuh dewasa ia pun akan cepat tua.”
“Jadi kau tak mau membantuku?” Xue-Er menatapnya.
“Aku telah mengalami cukup banyak peristiwa bodoh seharian ini.” Lu Xiao Feng
tersenyum mengingat kemalangannya.
Xue-Er sekali lagi menatapnya selama beberapa saat.
“Tolong! Tolong!” Tiba-tiba ia mulai berteriak. “Tolong! Lu Xiao Feng berusaha
memperkosaku!”
Lu Xiao Feng menjadi panik.
“Aku bahkan belum menyentuhmu, kenapa kau berteriak-teriak?”
“Bukan hanya aku akan berteriak sekarang juga. Mulai saat ini, setiap kali aku
bertemu seseorang yang mengenalmu, aku akan memberitahu mereka bahwa
kau sering memperkosaku!”
“Aku sering memperkosamu?” Kali ini Lu Xiao Feng yang berteriak.
“Mmhmm, sering, berarti kau telah memperkosaku berkali-kali.”
“Dan kau kira ada orang yang mau mempercayai ucapan gadis kecil sepertimu?”
“Jika tidak ada yang percaya, maka aku akan melepaskan bajuku, maka mereka
bisa melihat sendiri apakah benar aku masih kecil atau tidak!”
Lu Xiao Feng menatapnya dengan terkejut.
“Gadis kecil ini gila, benar-benar tidak waras!” Ia bergumam pada dirinya sendiri,
tak dapat menghentikan gelengan kepalanya saking tak percayanya.
“Baik, bagus, karena aku gila, maka aku akan mulai berteriak lagi.” Dan ia benarbenar
berteriak-teriak lagi.
Tapi kali ini Lu Xiao Feng menutup mulutnya dengan sangat cepat.
“Kau ingin aku mulai menggali sekarang, kan?”
Xue-Er mengangguk.
“Jadi kau akan membantuku?” Ia segera bertanya setelah Lu Xiao Feng
melepaskan dekapan mulutnya.
“Aku hanya ingin tahu dari mana kau belajar tingkah laku seperti ini?” Lu Xiao
Feng sekali lagi tersenyum mengingat kemalangan nasibnya.
Xue-er juga tersenyum.
“Ini adalah salah satu dari 3 tipuan tertua yang bisa digunakan wanita pada lakilaki,
baru sekarang aku tahu betapa efektifnya tipuan ini.”
“Jadi apa lagi 2 tipuan lainnya?”
“Kenapa aku harus memberitahumu,” Xue-Er menjawab dengan tersipu-sipu.
“Aku masih harus menyimpannya untuk digunakan padamu!”
Ia melompat-lompat dengan penuh semangat.
“Aku akan mencari sebuah cangkul untukmu. Kau sebaiknya tinggal di sini dan
menunggu seperti anak yang baik. Malam ini aku akan pergi dan mencuri
beberapa ekor merpati supaya aku bisa menggorengnya untuk kau nikmati
bersama arakmu.”
“Merpati?”
“Kakakku memelihara beberapa ekor merpati, biasanya ia tidak mengijinkan
siapa pun mendekatinya, tapi sekarang… sekarang kurasa ia tidak perduli lagi.”
Tanda-tanda kesedihan kembali muncul di wajahnya, tiba-tiba ia berpaling dan
berlari pergi dengan cepat.
Memandang rambut kepang gadis itu yang melambai-lambai di belakangnya
ketika ia berlari, sebuah ekspresi yang sangat aneh tiba-tiba muncul di wajah Lu
Xiao Feng. Ia tiba-tiba melompat bangkit dan mengejar Xue-Er.
“Aku akan ikut mencari cangkul bersamamu.”
“Mengapa?”
Lu Xiao Feng tertawa.
“Aku takut kau dibawa pergi oleh merpati-merpati itu.”
Senyumannya tampak sedikit aneh.
Xue-Er balas memandangnya.
“Kau takut kalau aku tiba-tiba menghilang seperti kakakku, bukan?”
Angin dingin berhembus lewat, beberapa ekor burung walet berhamburan dari
balik semak bunga dan terbang melintasi tembok. Warna langit semakin gelap.
Lu Xiao Feng memandang bayang-bayang burung walet yang menghilang dalam
sinar senja, tiba-tiba ia menarik nafas.
“Burung walet saja tidak mau tinggal di tempat ini, apalagi manusia….”
Apakah ShangGuan FeiYan, seperti burung-burung walet itu, terbang pergi
melalui tembok? Ataukah ia telah terkubur di bawah tanah?
Mengapa ShangGuan DanFeng tiba-tiba menghilang juga? Mungkinkah Kaisar
Rajawali Emas mengetahui keberadaannya dan karena itu tidak menanyakannya
lagi dari mereka?
Pada kakinya yang dibuntungi itu apakah ada 6 jari kaki? Adakah orang di dunia
ini yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?
______________________________
Senja. Angin semakin dingin dan bersih. Angin yang dingin dan bersih itu bertiup
masuk melalui jendela dan mengusap kulitnya, karena itulah Hua Man Lou tahu
bahwa hari telah menjelang malam.
Kulitnya pun seperti hidung dan telinganya, memiliki sensitifitas yang jauh di luar
kemampuan manusia rata-rata.
Tapi sekarang ia sedang tidak ingin menikmati angin bulan April yang segar ini.
Hati dan fikirannya sedang kacau.
Sejak ia bertemu dengan ShangGuan FeiYan di kedai arak kecil itu, hatinya sering
terasa kacau, terutama bila ia sedang sendirian.
Ia tak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak benar, tapi
apa tepatnya ia sendiri tak tahu.
Saat itu sudah dekat waktunya makan malam, dan Lu Xiao Feng masih belum
kembali, Kaisar Rajawali Emas pun belum mengutus orang untuk
memberitahunya agar bersiap-siap buat makan malam.
Situasi akan berubah lagi, ia bisa merasakannya, tapi apa tepatnya perubahan
itu, ia pun tak tahu.
Pada saat itu, ia tiba-tiba menyadari adanya sebuah aroma yang sangat istimewa
terbawa bersama angin, aroma itu pulalah yang selama ini menyebabkan hatinya
begitu kacau dan gundah.
Mungkinkah ShangGuan FeiYan telah kembali? Perlahan-lahan ia menyentuh
ambang jendela dan melesat ke luar jendela, ia yakin inderanya tidak berbohong
padanya.
Tapi ia tak melihat apa-apa. Di dunianya, tak akan pernah ada cahaya atau pun
warna, hanya ada kegelapan. Kegelapan yang tiada harapan!
Aroma itu sekarang telah bercampur dengan wangi bunga, membuat dirinya jadi
kehilangan arah. Tapi dari sebuah arah di mana aroma itu tercium paling kuat,
tiba-tiba ia mendengar sebuah suara.
“Aku telah kembali.” Itu adalah suara ShangGuan FeiYan.
Hua Man Lou berusaha sekuat tenaga mengontrol emosi yang meluap-luap di
dalam hatinya. Setelah beberapa lama, akhirnya ia pun bisa tenang dan menarik
nafas.
“Jadi kau benar-benar telah kembali.” Ia menjawab.
“Kau tahu bahwa aku akan kembali?”
“Aku tak tahu, tapi aku berharap.”
“Kau sedang memikirkan diriku?”
Hua Man Lou tersenyum. Senyumannya mengandung sebuah perasaan yang tak
teruraikan dengan kata-kata. Apakah itu kebahagiaan? Ataukah kegetiran yang
memilukan?
Tapi ShangGuan FeiYan telah berjalan menghampirinya dan memegang
tangannya.
“Ada apa, apakah kau tak senang kalau aku kembali?”
“Ada satu hal yang tak bisa kuperkirakan.”
“Apa itu?”
“Kenapa saat 2 kali yang terakhir ini aku bertemu denganmu, orang lain selalu
muncul di dalam fikiranku?”
“Siapa?”
“ShangGuan DanFeng.”
Ketika ia mengucapkan nama itu, ia merasa seolah-olah tangan ShangGuan
FeiYan berguncang perlahan.
Tapi tangan gadis itu segera memegang kembali tangannya dengan erat.
“Kau bertemu denganku, tapi memikirkan dia?” Ia berkata, dengan nada
cemburu dalam suaranya.
“Mm!”
“Mengapa?”
“Karena… karena aku sering keliru menyangka bahwa kau dan dia adalah orang
yang sama.”
ShangGuan FeiYan tertawa.
“Kenapa kau berfikir begitu?”
“Aku pun tak tahu, itulah sebabnya… aku merasa hal itu sangat aneh.”
“Apakah kau mempercayai ucapan adikku? Bahwa ShangGuan FeiYan telah mati?
Dan bahwa ShangGuan FeiYan yang ini hanyalah ShangGuan DanFeng yang
sedang menyamar?”
Hua Man Lou tidak menjawab, karena sebenarnya kecurigaan itu memang ada di
hatinya, tapi ia tidak ingin berdusta pada orang yang ia cintai.
“Kau masih ingat pada Cui Yi Dong? Kau masih ingat saat kau bertanya padaku
apakah aku mendengar suara salju yang jatuh di atap atau tidak? Bisakah aku
merasakan kekuatan hidup yang aneh tapi ajaib waktu kuncup bunga
mengembang perlahan-lahan di musim semi? Apakah aku tahu bahwa angin
musim gugur sering membawa aroma pepohonan dan tumbuh-tumbuhan dari
lereng bukit di kejauhan?”
Tentu saja Hua Man Lou ingat. Pertanyaan-pertanyaan itu berasal dari dirinya,
tapi sekarang ShangGuan FeiYan telah mengulanginya kata demi kata.
“Jika aku adalah ShangGuan DanFeng, lalu bagaimana aku bisa tahu tentang
kata-kata yang kau ucapkan padaku? Bagaimana aku bisa mengingatnya dengan
begitu jelas?”
Hua Man Lou tersenyum, tiba-tiba ia menyadari bahwa kecurigaannya benarbenar
berlebihan.
Hatinya kembali terisi dengan perasaan simpati pada gadis ini, ia pun
mengulurkan tangan dan mengelus-elus rambut si dia.
ShangGuan FeiYan telah berada di dalam pelukannya dan balas memeluk dirinya
erat-erat. Hatinya penuh dengan perasaan puas dan senang yang tak teruraikan
dengan kata-kata, ia seperti sedang berada di dunia lain. Pada saat itulah, tibatiba
ia merasa jari tangan ShangGuan FeiYan menyentuh urat syaraf Bantal-Giok
di bagian belakang kepalanya. Ia pun tak sadarkan diri setelah itu.
______________________________
Sekarang telah ada sebuah lubang selebar kira-kira setengah meter dan sedalam
satu meter di tanah, dan tubuh Lu Xiao Feng telah penuh dengan keringat.
ShangGuan Xue-Er sedang berjongkok di pinggir, sambil bertopang dagu. Ia
menyuruh Lu Xiao Feng untuk terus bekerja tanpa berhenti.
“Kenapa kau berhenti? Terus gali, ayo. Kelihatannya kau begitu kuat, siapa tahu
ternyata begitu tak berguna?”
Lu Xiao Feng menghapus keringat dengan lengan bajunya.
“Karena aku belum makan, seharusnya sekarang aku sedang duduk di sebuah
kursi yang nyaman dan minum arak bersama pamanmu,” Ia tersenyum. “Tapi
aku malah berada di sini, seperti orang tolol, menggali sebuah lubang.”
Xue-Er mengedip-ngedipkan matanya.
“Jadi kau mengusulkan agar seorang gadis kecil sepertiku melompat turun ke
sana dan menggali, sementara kau menonton di pinggir?”
“Tidak, itulah sebabnya aku sekarang menderita.”
“Apa yang kau bicarakan? Menderita? Ini adalah sebuah kehormatan.”
“Kehormatan?”
“Jika orang lain berlutut dan memohon padaku untuk menggalikan sebuah lubang
untukku, aku bahkan tak akan mau mengijinkannya.”
Lu Xiao Feng menarik nafas, tiba-tiba ia menyadari bahwa ia seharusnya tidak
datang mencari setan kecil ini, bahkan seharusnya tidak bicara dengannya lagi.
Tapi segera ia menyadari bahwa jalan fikirannya itu keliru. Pada ayunan
cangkulnya yang terakhir, ujung sebuah baju berwarna merah menyala tiba-tiba
muncul di tanah.
Xue-Er pun telah melompat bangkit.
“Lihat? Aku benar, bukan? Ada seseorang yang terkubur di sini!”
Kali ini, tanpa disuruh olehnya pun Lu Xiao Feng akan terus bekerja. Ia
meletakkan cangkul dan menggantinya dengan sekop. Beberapa ayunan sekop
kemudian, mayat itu pun mulai kelihatan. Ajaibnya mayat itu belum mulai
membusuk.
Xue-Er telah mengambil lentera yang tergantung di sumur. Cahayanya kebetulan
menyinari wajah mayat itu.
Tiba-tiba ia menjerit ngeri, ia hampir menjatuhkan lentera itu ke atas kepala Lu
Xiao Feng.
Lu Xiao Feng pun terkejut. Ia belum pernah terkejut seperti ini dalam hidupnya.
Mayat itu bukanlah mayat ShangGuan FeiYan, itu adalah mayat ShangGuan
DanFeng!
Sinar lentera terayun ke sana ke mari, karena tangan Xue-Er gemetaran tiada
hentinya.
Bukan hanya wajah mayat itu belum mulai membusuk, wajah itu pun seperti
masih hidup, kedua matanya terbelalak, seolah-olah sedang menatap Lu Xiao
Feng.
Lu Xiao Feng bukanlah seorang pengecut, tapi waktu ia teringat pada
pengalamannya bersama ShangGuan DanFeng beberapa saat yang lalu, ketika ia
teringat pada senyumnya yang manis dan menggoda, tangannya terasa seperti
lumpuh dan ia tak mampu memegang sekop itu lagi.
“Buk!”
Sekop itu jatuh dari tangannya dan kebetulan mendarat di tubuh mayat tersebut.
Terdengar sebuah suara seperti suara logam yang saling berbenturan. Lu Xiao
Feng pun membungkuk dan menyentuh mayat itu, baru kemudian ia menyadari
bahwa tubuh mayat itu dingin dan keras, seolah-olah terbuat dari logam.
Tangannya pun menjadi dingin. Ia menarik nafas dalam-dalam.
“Ia benar-benar diracuni orang.” Ia menyimpulkan.
“Siapa… siapa yang meracuni dirinya?”
Lu Xiao Feng tidak menjawab, karena ia tidak tahu jawabannya.
“Bila seseorang mati karena racun, tubuhnya seharusnya membusuk dengan
cepat. Jadi, kelihatannya ia belum lama mati.” Xue-Er menduga-duga.
“Ia sudah lama mati.”
“Bagaimana kau tahu?”
“Karena racun di tubuhnya telah merembes ke dalam tanah.”
Kata-kata itu persis sama dengan yang diucapkan Xue-Er tadi, ternyata dia
memang benar.
“Di samping itu, coba lihat petak tanah ini, sepertinya sudah sebulan atau dua
bulan tidak disentuh orang.” Lu Xiao Feng menambahkan.
“Jadi maksudmu, ia telah mati paling sedikit satu atau dua bulan?”
“Ya.”
“Lalu kenapa tubuhnya belum mulai membusuk?”
“Karena racun yang membunuhnya adalah jenis racun yang sangat aneh dan
ganjil. Ada racun yang bisa mengawetkan tubuh manusia hingga beratus-ratus
tahun. Di samping itu, bukan hanya tanah di sini luar biasa keringnya, di sini juga
tidak ada tanda-tanda semut atau kumbang atau serangga lainnya, mayat apa
pun yang dikuburkan di sini tidak akan cepat membusuk.”
Suaranya terdengar monoton dan lambat, karena sementara ia mengucapkan
satu hal dengan mulutnya, fikirannya tertuju ke hal lain. Begitu banyak hal yang
ada di dalam fikirannya.
Xue-Er pun diam-diam sedang berfikir.
“Satu atau dua bulan yang lalu? Kakakku belum pergi mencari Hua Man Lou.” Ia
bergumam pada dirinya sendiri.
Lu Xiao Feng yang sedang merenung pun mengangguk.
“Setelah kakakku pulang membawa Hua Man Lou, baru aku pun ikut pergi
dengannya untuk mencarimu.”
“Benar.”
“Jika ia telah mati satu atau dua bulan yang lalu, lalu bagaimana ia pergi dan
menemukanmu? Bagaimana kau bertemu dengannya?”
“ShangGuan DanFeng yang aku temui, bukanlah ShangGuan DanFeng yang asli.”
“Lalu siapa dia?”
Lu Xiao Feng tidak menjawab, ia malah balik bertanya.
“Dalam dua bulan terakhir, pernahkah kau melihat kakakmu dan dia pada saat
yang bersamaan?”
Xue-Er berfikir beberapa lama, lalu menggelengkan kepalanya.
“Tidak, kurasa tidak.”
“Dalam dua bulan terakhir, apakah kau merasa sikapnya padamu agak berbeda?”
Xue-Er berfikir beberapa lama lagi, lalu mengangguk.
“Ya. Sebelumnya, bila ia bertemu denganku, ia tentu akan berbincang-bincang
dan bergurau sebentar, tapi akhir-akhir ini ia seperti selalu menghindariku.”
“Itu karena ia takut kalau kau mengetahui bahwa ia bukanlah ShangGuan
DanFeng yang asli!”
“Lalu siapakah dia?” Xue-Er mengerutkan keningnya. “Ia kelihatan begitu asli,
mungkinkah….”
Tiba-tiba ia melompat bangkit lagi.
“Apakah kau ingin mengatakan bahwa ShangGuan DanFeng yang kau lihat
sebenarnya adalah kakakku yang menyamar?” Ia hampir berteriak.
Lu Xiao Feng tidak menjawab. Kadang-kadang, tidak menjawab berarti
mengiyakan.
Xue-Er menatapnya dengan marah.
“Apakah kau ingin mengatakan bahwa bukan hanya ShangGuan DanFeng tidak
membunuh kakakku, tapi kakakku yang malah telah membunuhnya!”
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Aku hanya tahu bahwa kenyataannya ia telah mati sekarang.”
“Tapi kenapa kakakku membunuhnya? Bisakah kau memberiku sebuah motif atau
alasan?”
Lu Xiao Feng tidak menjawab, tapi apakah hal itu karena ia tidak bisa memikirkan
satu pun alasannya? Atau karena ia tidak ingin mengatakannya? Ia tiba-tiba
berjongkok untuk melepaskan sepatu mayat itu.
“Apa yang kau lakukan?” Xue-Er bertanya dengan heran.
“Aku ingin melihat kakinya.”
“Kau gila, benar-benar gila.” Xue-Er berteriak.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Aku tahu bahwa hal ini benar-benar gila, tapi aku tetap harus melihatnya.” Ia
tersenyum putus asa.
Ia melepaskan sepatu itu, di kaki yang mulus dan indah itu benar-benar ada 6
jari kaki.
Xue-Er tiba-tiba terdiam.
“Ini memang sepupuku.” Ia berkata dengan suara haru.
“Kau tahu kalau sepupumu punya 6 jari kaki?”
“Mmhmm!”
“Bagaimana kau bisa tahu?”
“Ia tak pernah membiarkan orang lain melihat kakinya. Kadang-kadang, waktu
kami melepaskan sepatu kami untuk bermain-main di sungai, hanya dia yang tak
mau melepaskan sepatunya.”
Semua gadis ingin terlihat cantik, memiliki 6 jari kaki bukanlah sesuatu yang
patut dibanggakan.
“Semakin ia tidak mengijinkan orang lain melihat, semakin aku ingin melihatnya.
Maka, suatu hari, aku masuk ke kamarnya waktu ia sedang mandi.”
Lu Xiao Feng tertawa sedih. Hanya itu yang bisa ia lakukan, setan kecil ini
tampaknya mampu berbuat apa saja.
“Semula ia benar-benar marah, tapi kemudian ia memohon padaku untuk tidak
memberitahu siapa-siapa.” Xue-Er meneruskan.
“Dan kau mengatakan ya?”
Xue-Er mengangguk.
“Aku belum pernah memberitahukan hal ini pada orang lain.”
“Termasuk kakakmu?”
“Ia pun tidak tahu, aku tak pernah memberitahunya.”
Lu Xiao Feng berfikir sebentar.
“Kapan pamanmu membuntungi kakinya?” Ia tiba-tiba bertanya.
Terlihat ekspresi terkejut di wajah Xue-Er.
“Kakinya dibuntungi? Kenapa aku tidak tahu hal ini?”
Lu Xiao Feng pun heran mendengar jawabannya.
“Kau benar-benar tidak tahu?”
“Baru kemarin siang aku melihatnya berjalan ke arah tempat kakakku
memelihara burung merpatinya untuk memberi mereka makan.”
Mata Lu Xiao Feng tiba-tiba mulai berkilauan.
“Seseorang menyamar sebagai sepupuku selama dua bulan terakhir, kenapa
pamanku tidak mengetahuinya?” Xue-Er bergumam pada dirinya sendiri.
Ia ingin bertanya pada Lu Xiao Feng, tapi Lu Xiao Feng tiba-tiba telah
menghilang.
Malam itu dingin dan suram, cahaya samar-samar dari lentera menyinari wajah
mayat itu yang telah membeku. Mata mayat itu terbelalak, seolah-olah sedang
menatap dirinya.
Xue-Er merinding.
“Kau seharusnya tidak ikut campur dalam urusan ini.” Sebuah suara yang dingin
tiba-tiba terdengar dari kegelapan.
Ia mengenali suara ini. Hatinya seperti karam.
Bab 11 : Orang Yang Paling Cerdas (bagian 2)
Lorong itu suram dan gelap, pintunya pun tertutup. Lu Xiao Feng mengetuk pintu
itu. Tidak ada jawaban. Ia mengetuk lagi dengan lebih keras. Masih tidak ada
jawaban.
Ekspresi di wajahnya telah berubah. Tiba-tiba ia memukul pintu itu, dan pintu itu,
yang tebalnya 10 cm, hancur berkeping-keping.
Lampu minyak di atas meja masih menyala, tapi kursi itu kosong. Kaisar Rajawali
Emas biasanya duduk di kursi tersebut sepanjang waktu, tapi tampaknya ia telah
menghilang sekarang.
Tidak ada perasaan heran di wajah Lu Xiao Feng, seolah-olah semua ini telah
diperkirakan olehnya.
Selimut sutera berhias naga itu tertinggal di lantai. Ia membungkuk untuk
memungutnya, waktu ia tiba-tiba melihat sebuah tangan.
Sebuah tangan yang kurus terjulur keluar dari balik kursi. Jari-jarinya tertekuk,
seolah-olah sedang berusaha meraih sesuatu, tapi tidak berhasil.
Lu Xiao Feng berjalan menghampiri dan melihat Kaisar Rajawali Emas.
Tubuh laki-laki tua itu belum dingin, tapi nafasnya telah lama berhenti. Di
matanya terlihat perasaan panik, terkejut dan marah. Jelas, pada saat
kematiannya, ia masih tak percaya kalau si pembunuh akan membunuh dirinya.
Di tangannya yang lain ada sebuah goresan pisau yang sangat dalam, seolaholah
seseorang ingin memotong tangan ini tapi tidak jadi.
Tangannya terkepal erat, urat-urat dan otot di punggung tangan itu tampak
menonjol keluar, jelas kematiannya pun tak sanggup membuatnya melepaskan
sesuatu yang ada di dalam genggamannya.
Lu Xiao Feng berjongkok untuk melihat lebih dekat. Ternyata tangan itu
menggenggam sebuah sepatu merah.
Sepatu merah seperti yang dipakai oleh pengantin pada saat pernikahannya, tapi
pada sepatu itu bukan bersulamkan seekor angsa, atau burung hantu, tapi seekor
burung walet --- seekor walet terbang.
Genggamannya terlalu erat, terlalu kuat, sebuah sepatu yang mulanya sangat
indah sekarang telah remuk karena remasan itu.
Tapi wajahnya benar-benar tanpa emosi, bila dibandingkan dengan sepasang
matanya yang penuh dengan perasaan panik dan marah, hal ini menciptakan
sebuah pemandangan yang semakin mengerikan.
Lu Xiao Feng tidak perlu mengulurkan tangan dan meraba untuk mengetahui
bahwa wajahnya telah disamarkan dengan sangat baik.
Laki-laki tua ini jelas bukan Kaisar Rajawali Emas yang sebenarnya! Kaisar
Rajawali Emas tentu telah mati bersama puterinya!
Lu Xiao Feng menatap matanya, lalu memandang kakinya yang buntung, dan tak
tahan untuk tidak menarik nafas panjang.
“Aku telah banyak melakukan hal-hal bodoh dalam hidupku,” ia bergumam pada
dirinya sendiri. “Tapi bukankah apa yang kau lakukan ini malah lebih bodoh?”
Ia tidak menyelesaikan kalimatnya, karena ia telah mendengar suara desing
sepotong logam tipis yang mengiris udara.
Pedang itu berasal dari luar jendela di belakangnya, datangnya cepat, dan keji.
Orang yang berusaha membunuhnya tentu salah seorang jago pedang kelas satu
di dunia persilatan. Tidak banyak orang yang bisa disebut sebagai jago pedang
kelas satu di dunia persilatan.
Lu Xiao Feng menarik nafas lagi, ia telah tahu siapa orang ini.
Tubuhnya pun bergeser ke samping sejauh satu meter lebih.
“Liu YuHen,” ia menarik nafas. “Kau seharusnya tidak datang.”
“Tapi aku telah datang!” Suara Liu YuHen menjawab dengan dingin dari luar
jendela.
Pedangnya lebih cepat daripada kata-katanya. Ambang jendela yang antik dan
indah itu segera hancur berkeping-keping ketika ia, bersama dengan pedangnya,
melesat masuk.
Lu Xiao Feng tidak memandangnya.
Pedangnya keji dan cepat, dan gerakan-gerakannya berubah-ubah dengan sangat
cepat, setiap tusukan selalu diarahkan ke tempat yang fatal.
Mata Lu Xiao Feng tidak pernah meninggalkan ujung pedangnya, persis seperti
mata seorang anak yang tak akan pernah lepas dari kupu-kupu yang
beterbangan di udara.
Dalam sekejap mata, Liu YuHen telah menyerangnya sebanyak 17 kali. Saat
itulah Lu Xiao Feng akhirnya membuat sebuah gerakan.
Ia hanya mengulurkan tangan dan menjepitkan 2 buah jarinya. Tak seorang pun
bisa menguraikan kecepatan dan ketangkasan gerakan ini, hampir tak ada orang
yang bisa membayangkannya.
Jari-jarinya seakan-akan terhubung langsung dengan hatinya, sehingga kapan
pun ia bisa berbuat apa saja yang ia inginkan dengan jari-jarinya.
Waktu Liu YuHen menusukkan pedangnya untuk yang ke-18 kalinya, ia tiba-tiba
menyadari bahwa pedangnya telah terjepit!
Pedang ini seolah-olah tertancap pada sebuah batu karang, walaupun ia telah
mengerahkan seluruh tenaga yang ada di tubuhnya, ia tetap tak mampu
menariknya.
Pedang itu terpasang pada pergelangan tangan kanannya, seperti jadi bagian
tubuhnya sendiri, tapi ia masih tak mampu menariknya lepas dari jepitan jari-jari
Lu Xiao Feng.
Sebuah kaitan baja biasanya terpasang pada tangannya itu, sebuah kaitan baja
yang mampu merampas senjata jenis apa pun. Hanya bila ingin membunuh maka
ia menukar kaitan baja itu dengan sebuah pedang. Jelas ia datang ke sini dengan
maksud membunuh.
Melihat wajahnya yang meringis dan kesakitan itu, hati Lu Xiao Feng tiba-tiba
terisi dengan perasaan simpati.
“Aku tidak ingin membunuhmu, pergilah.”
Liu YuHen tidak menjawab dengan mulutnya, jawabannya adalah bola baja yang
terpasang di tangan kirinya.
Bola baja itu meluncur deras sambil membawa angin yang kencang. Jika Lu Xiao
Feng tidak melepaskan tangan kanannya, kepalanya tentu akan remuk.
Tapi Lu Xiao Feng masih memiliki tangan yang lain. Waktu bola baja itu datang,
tangannya yang sebelah lagi memukul dari samping dengan keras, dan tangan
kiri Liu YuHen pun menjadi lumpuh.
“Jika aku lepaskan, apakah kau mau pergi?”
Liu YuHen tiba-tiba tertawa dingin, tawa dingin yang mengandung perasaan
memandang rendah --- memandang rendah pada Lu Xiao Feng dan pada
nyawanya sendiri.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Kenapa aku terus bertemu dengan orang-orang tolol seperti ini? Kenapa…”
Ia tidak menyelesaikan ucapannya, karena ia telah mendengar suara satu orang
lagi.
Itu seperti suara ShangGuan DanFeng, tapi ia tahu bahwa ShangGuan DanFeng
tak akan pernah muncul lagi.
Warna-warna terakhir dari matahari terbenam telah menghilang, ruangan itu jadi
semakin gelap. Seperti sesosok hantu, seseorang muncul di pintu, seorang
wanita yang sangat cantik, hangat dan manis.
Ia memandang pada Lu Xiao Feng sambil tersenyum.
“Karena kau sendiri adalah orang tolol, orang-orang tolol biasanya berkumpul
dengan sesamanya.”
Lu Xiao Feng tidak perlu memandang wanita ini untuk mengetahui siapa dirinya.
“ShangGuan FeiYan?”
“Benar.” Senyumannya seperti senyum seorang anak kecil yang tidak berdosa.
“Apakah menurutmu aku lebih cantik daripada ShangGuan DanFeng?”
Lu Xiao Feng mengangguk, ia setuju.
ShangGuan DanFeng tentu saja seorang gadis yang sangat cantik, tapi gadis
yang ada di hadapannya sekarang ini tampak begitu cantiknya sehingga
mendekati sosok gadis yang sempurna dalam khayalan setiap orang lelaki.
Bukan hanya senyumannya itu tampak cantik, tapi juga murni dan tak berdosa.
Bila ia memandangmu, tatapannya seakan-akan mengatakan bahwa kau adalah
satu-satunya lelaki di dunia ini, dan pada saat bersamaan kau seakan merasa
bahwa dia adalah satu-satunya gadis yang ada di dunia.
Senyuman ShangGuan FeiYan bisa membangkitkan impian dan khayalan yang tak
terhitung jumlahnya. Senyumannya bisa membuatmu melupakan segalanya.
“Kau keliru, tahu.” Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Kenapa begitu?”
“Seorang gadis secantik dirimu seharusnya tidak perlu menyamar dan pura-pura
menjadi orang lain untuk alasan apa pun.”
ShangGuan FeiYan mengedip-ngedipkan matanya.
“Jika kau melihat wajahku yang sebenarnya malam itu, apakah kau akan
membiarkanku pergi?”
“Jika aku melihat wajahmu yang asli sebelumnya, aku mungkin tidak akan
menunggu sampai malam itu.”
“Jadi maksudmu, di dalam kereta itu pun kau akan….”
“Sudah kubilang padamu, aku bukan laki-laki yang tahan terhadap godaan.”
ShangGuan FeiYan tertawa: “Kau mungkin bukan seorang laki-laki sejati, tapi kau
benar-benar jujur tentang hal ini.”
“Dan bukan hanya kau bukan seorang wanita terhormat, kau pun tidak jujur
tentang hal ini.”
“Jika seorang gadis terlalu jujur, maka ia akan mudah jatuh ke dalam perangkap
seorang laki-laki sepertimu.” ShangGuan FeiYan menjawab dengan manis.
Suaranya juga berubah, seolah-olah yang sedang bicara adalah orang lain.
Bagi Lu Xiao Feng, perubahan pada suara ini hampir tak dapat dibayangkan
olehnya.
Ia bisa memahami adanya topeng dan samaran, dan ia pernah melihat, dengan
mata kepalanya sendiri, topeng-topeng kulit manusia yang legendaris itu.
Tapi ia tak faham kenapa suara seseorang bisa berubah sama sekali seperti suara
orang lain.
Mudah bagi ShangGuan FeiYan untuk melihat ekspresinya yang heran.
“Apakah suaraku lebih merdu daripada suara ShangGuan DanFeng?” Ia
tersenyum.
Lu Xiao Feng menyerah dan balas tersenyum.
“Sekarang kau mungkin bisa melihat bahwa aku lebih baik daripada dirinya dalam
segala hal, tapi sejak lahir ia selalu berada di atasku.” Suaranya yang hangat dan
manis tiba-tiba berubah jadi penuh dengan kebencian. “Sejak kecil aku harus
mengenakan pakaian bekas miliknya, memakan makanan yang disisakan
olehnya, hanya karena ia adalah seorang puteri.”
“Jadi pada kesempatan pertama, kau harus membuktikan bahwa kau lebih baik
daripada dirinya.”
ShangGuan FeiYan menjawab dengan sebuah dengusan dingin.
“Jadi sejak kakekmu meninggal, kau tidak mau lagi tinggal di tempat ini.”
“Tidak ada yang mau melayani seseorang selamanya dan selalu was-was akan
suasana hati orang itu.”
“Lalu kau berencana untuk pergi berkelana di dunia persilatan, menggunakan
kemampuanmu sendiri, dan melakukan beberapa hal yang mengesankan untuk
diperlihatkan pada mereka. Tapi kau tidak menyangka akan bertemu dengan
seorang laki-laki yang mampu merebut hatimu.”
Warna wajah ShangGuan FeiYan tampak berubah sedikit.
“Aku tahu kalau setan kecil itu akan memberitahu semuanya padamu.”
“Bukan hanya laki-laki itu sangat mengagumimu, ia juga bersimpati padamu, dan
ia pun menemukan sebuah kesempatan untukmu.”
“Teruskan.” ShangGuan FeiYan memerintahkan dengan dingin.
“Ketika ia tahu tentang rahasia Kaisar Rajawali Emas, ia lalu memikirkan sebuah
gagasan untukmu.”
ShangGuan FeiYan mendengarkan, senyuman manis di wajahnya telah lama
menghilang.
“Ia meyakinkan dirimu agar memikirkan sebuah cara untuk mendapatkan harta
Kaisar Rajawali Emas dari Yan TieShan dan teman-temannya. Siapa pun, tak
perduli siapa orangnya, dengan uang sebanyak itu, segera akan termasyur
namanya.”
“Manusia mati karena harta, burung mati karena makanan.” ShangGuan FeiYan
menjawab dengan dingin. “Dengan uang sebanyak itu sebagai taruhannya, siapa
pun akan tergoda.”
“Tapi kau juga tahu bahwa paman dan sepupumu tak akan menyetujui hal seperti
itu. Di samping itu, jika ia masih hidup, walaupun kau berhasil mendapatkan
seluruh uang itu, tetap saja uang itu akan menjadi miliknya.”
“Tentu saja aku tidak ingin melakukan sebuah pekerjaan hanya untuk dinikmati
oleh orang lain hasilnya.”
“Maka kau dan kekasihmu membuat sebuah rencana yang hebat.”
“Aku hanya berencana untuk membunuh kaisar pikun itu, tapi tak perduli betapa
hebatnya aku merias seseorang untuk menyamar sebagai dirinya, tetap saja
ShangGuan DanFeng tidak akan bisa diperdaya.”
“Maka kau memutuskan untuk membunuhnya juga.”
“Benar.”
“Untunglah kalian berdua memang mirip, dan sering saling menirukan suara
masing-masing sejak kecil, maka kau adalah calon yang sempurna untuk
menggantikannya dan pada saat yang sama bisa mencoba bagaimana rasanya
menjadi seorang puteri.”
“Rasanya tidak begitu enak.” ShangGuan DanFeng mendengus.
“Tentu saja, dengan rahasia seperti ini, kau tentu tidak mau seorang gadis kecil
yang tak bisa menutup mulutnya tahu tentang hal ini, maka kau sengaja
merahasiakannya dari Xue-Er. Tapi ironisnya, ia malah mengira bahwa kaulah
yang dibunuh oleh ShangGuan DanFeng.”
“Bukan hanya setan kecil itu tidak bisa menutup mulutnya,” ShangGuan FeiYan
berkomentar dengan getir. “Ia pun suka ikut campur dengan urusan orang lain.”
“Tapi yang membuat aku bingung adalah kenapa kau tidak pergi dan mencari
sendiri Huo Xiu dan teman-temannya.”
“Karena baru setelah itulah kami tahu bahwa Kaisar Rajawali Emas mempunyai
suatu tanda rahasia yang hanya diketahui oleh pejabat-pejabat yang melarikan
diri bersamanya. Maka tidak perduli siapa pun yang kami samarkan sebagai
dirinya, hampir tidak mungkin bisa memperdaya Huo Xiu dan rubah-rubah tua
lainnya.”
“Apakah saat itu kau tahu bahwa ia memiliki 6 jari kaki?”
“Tidak, tapi aku pun tidak mau mengambil resiko.”
“Maka kalian berdua berfikir bahwa hal yang terbaik dilakukan adalah
menemukan dulu seseorang yang akan membunuh rubah-rubah tua itu untuk
kalian.”
“Benar.”
“Tapi orang ini tidak mudah ditemukan.” Lu Xiao Feng tersenyum. “Karena bukan
hanya ia harus mempunyai kemampuan untuk membunuh Huo Xiu dan yang
lainnya, ia juga harus memiliki kebiasaan ikut campur dalam urusan orang lain.”
“Orang ini memang sukar dicari.” ShangGuan FeiYan mengiyakan. “Selain dari
dirimu, kami benar-benar tidak berhasil memikirkan orang lain.”
Lu Xiao Feng menarik nafas.
“Tampaknya benar-benar tidak banyak orang sepertiku di dunia ini.”
“Membuatmu ikut campur dalam urusan ini secara sukarela juga merupakan
sebuah masalah lain yang sulit.”
“Tapi untungnya, bukan hanya aku suka ikut campur dalam urusan orang lain,
aku juga punya sifat seperti seekor keledai yang makin tidak mau bergerak bila
kau semakin membujukku.”
ShangGuan FeiYan akhirnya tertawa. “Ternyata kau sangat memahami dirimu
sendiri.”
“Maka kau sengaja menyuruh si Pengait Jiwa dan teman-temannya untuk datang
dan menghentikanku, karena kau tahu bahwa semakin seseorang tidak ingin aku
melakukan sesuatu, maka aku akan semakin ingin melakukannya.”
“Keledai-keledai di propinsi ShanXi juga seperti itu.” ShangGuan FeiYan bergurau.
“Lalu setelah itu, waktu kau membunuh Xiao QiuYu dan DuGu Fang untuk
memperingatkanku, hal itu juga untuk alasan yang sama.”
“Dan juga karena mereka tahu terlalu banyak.”
“Sebabnya kau memancing kami ke kuil tua dengan nyanyianmu dan
meninggalkan beberapa utas rambutmu tidak lebih hanya untuk membuat Hua
Man Lou percaya bahwa kau masih hidup, kan?”
“Untuk tujuan itu dan untuk meyakinkan bahwa kau tak akan mempercayai
sepatah kata pun ucapan setan kecil itu.”
“Kau tahu bahwa Xue-Er mengintip dari luar jendela waktu kau ‘membunuh’ Liu
YuHen.”
“Tentu saja, setan kecil itu tidak tahu bahwa kejadian itu tidak lebih dari sebuah
drama yang sengaja aku dan Liu YuHen pertunjukkan padanya.” ShangGuan
FeiYan menambahkan dengan dingin.
“Dan waktu kami melihat bahwa Liu YuHen masih hidup, kami tentu akan
semakin yakin bahwa ia tidak lebih daripada seorang pembohong.” Ia menarik
nafas dan menertawakan dirinya sendiri. “Gadis kecil yang malang. Waktu ia
melihat bahwa Liu YuHen masih hidup, ia seakan-akan melihat mayat hidup, ia
terlalu ketakutan untuk mengatakan apa-apa lagi dan pergi bersamanya!”
“Seharusnya aku mengurung setan kecil itu dari awal, sayangnya….”
“Sayangnya urusan yang harus kau lakukan dalam beberapa hari itu benar-benar
terlalu banyak, dan kau juga takut kalau kami tidak melihatnya waktu kami
kembali maka kami mungkin akan curiga.”
“Kadang-kadang aku bingung melihatmu.” ShangGuan FeiYan mendengus.
“seolah-olah kau tahu semua yang ada dalam fikiranku.”
“Lalu kau tiba-tiba muncul di hadapan Hua Man Lou, tujuannya adalah untuk
menimpakan semua kesalahan pada Huo Xiu.”
“Benar.”
“Tapi bagaimana caramu memperdayainya?” Lu Xiao Feng menarik nafas. “Bukan
hanya telinganya sangat tajam, hidungnya pun sangat sensitive. Bahkan jika ia
tidak mengetahui hal itu dari suaramu, ia seharusnya tahu dari aroma tubuhmu.”
Setiap orang memiliki aroma tubuh tersendiri yang tidak dimiliki orang lain, yang
mungkin lebih mudah dikenali daripada suara orang itu.
“Karena, setiap kali aku menemuinya, aku selalu memakai sejenis bedak bunga
yang sangat harum dan tebal aromanya. Dan kemudian bila aku muncul sebagai
ShangGuan DanFeng, aku tinggal menghilangkan aroma itu dari tubuhku.”
“Tampaknya kau telah memikirkan segalanya.”
“Itu karena aku seorang wanita,” ShangGuan FeiYan menjawab dengan manis.
“Wanita tidak suka mengambil resiko.”
“Lalu kenapa kau menyuruh Liu YuHen mencoba membunuhku?”
“Seharusnya kau juga sudah tahu alasannya.” Ia menjawab dengan santai.
“Apakah karena ia sudah tidak berguna lagi bagimu, maka kau ingin
membunuhnya melalui tanganku?”
“Seharusnya aku sudah tahu bahwa kau tidak suka membunuh.” ShangGuan
FeiYan menarik nafas. “Kalau tidak, aku pun tidak perlu membunuh Yan TieShan
dengan tanganku sendiri.”
Sejak ia tiba, Liu YuHen seperti berubah menjadi orang lain. Laki-laki itu menjadi
sangat pendiam.
Bila ia memandang gadis itu, tatapannya selalu menunjukkan sebuah perasaan
yang sangat hangat.
Tapi kalimat ShangGuan FeiYan yang terakhir itu seperti sebilah pisau belati yang
tajam, tiba-tiba mengiris sampai ke hatinya.
“Kau… kau benar-benar menginginkan aku mati?” Ia bertanya dengan suara
bergetar.
“Kau seharusnya sudah mati dari dulu, untuk apa lagi orang sepertimu hidup?”
ShangGuan FeiYan menjawab dengan dingin, bahkan tidak meliriknya sama
sekali.
“Tapi kau… kau mengatakan….”
“Tentu saja semua yang aku katakan adalah dusta, untuk menipumu. Kau kira
aku benar-benar menyukaimu?”
Seluruh tubuh Liu YuHen tampak membeku. Ia berdiri di sana, tanpa bergerak,
menatap gadis itu dalam keadaan seperti terhipnotis. Matanya penuh dengan
kebencian, tapi juga cinta. Setelah beberapa lama, akhirnya ia menarik nafas
dengan perlahan.
“Kau benar. Tentu saja kau tidak mungkin menyukaiku. Aku tahu itu. Selama ini
aku hanya berdusta pada diriku sendiri.”
“Paling tidak kau tidak terlalu bodoh.”
Liu YuHen mengangguk dengan lambat. Tiba-tiba ia mengayunkan pedangnya ke
arah dadanya sendiri.
Pedang itu telah menembus jantungnya ketika darah menyembur seperti air
pancuran dari punggungnya dan memercik hingga ke dinding.
Tapi wajahnya kembali berubah tanpa ekspresi. Kematian, baginya, tampaknya
bukan merupakan hal yang menyakitkan, tapi sebuah kemewahan.
Matanya tiba-tiba mulai berkilauan ketika ia tiba-tiba tertawa.
“Ternyata mati itu tidak terlalu sukar,” ia bergumam, “tapi mati di hadapanmu,
paling tidak aku bisa…”
Ia roboh sebelum menyelesaikan kalimatnya.
Lu Xiao Feng tidak mencegahnya, dan memang tidak bisa mencegahnya. Kadangkadang
mati dalam kedamaian adalah lebih baik daripada hidup.
“Ia benar-benar orang yang romantis dan penuh cinta, sayangnya ia jatuh cinta
pada orang yang salah.”
Lu Xiao Feng menatap ShangGuan FeiYan, tiba-tiba ia dipenuhi oleh perasaan jijik
terhadap gadis yang tidak memiliki perasaan iba ini.
Bukan benci, tapi jijik, persis seperti perasaan orang terhadap ular berbisa.
“Kau telah melakukan hal yang bodoh.” Ia berkata dengan dingin.
“Oh?”
“Kau seharusnya tidak memaksanya mati.”
“Kenapa?”
“Karena jika ia masih hidup, paling tidak ia tak akan membiarkanku
membunuhmu.”
“Kau ingin membunuhku? Kau tega?”
“Aku memang tidak suka membunuh, selain itu aku pun tidak pernah membunuh
seorang wanita, tapi kau ada kekecualian.”
ShangGuan FeiYan tertawa.
“Jika demikian, lalu apa lagi yang kau tunggu?”
“Aku tidak terburu-buru!”
“Tentu saja kau tidak terburu-buru, karena sepertinya aku tidak bisa lari lagi
sekarang.” ShangGuan FeiYan berkata dengan santai. “Di samping itu, kau masih
punya beberapa pertanyaan untukku!”
“Tampaknya kau pun tidak bodoh.”
“Apakah kau ingin bertanya kenapa aku menyuruh Liu YuHen membuntungi kaki
laki-laki tua itu sebelum kalian tiba? Dan bagaimana aku tiba-tiba tahu bahwa
kaisar seharusnya punya 6 jari kaki?”
“Aku tidak perlu menanyakan itu lagi padamu.”
“Kau sudah bisa menebaknya?”
“Burung merpati jauh lebih cepat daripada manusia.”
“Kau benar-benar cerdas.” ShangGuan FeiYan menarik nafas.
“Seharusnya aku tidak membocorkan rahasia itu pada Yie XiuZhu.”
“Ia satu-satunya orang yang kalian beritahu?”
“Benar.”
“Apakah kau sengaja membocorkan rahasia itu? Atau kau ingin mengujinya?”
“Aku tidak ingin menyakitinya,” Lu Xiao Feng menarik nafas. “Ia juga seorang
gadis yang malang.”
ShangGuan FeiYan tiba-tiba mendengus dingin.
“Kau keliru tentang dia. Ia mungkin tampak sangat jujur dan baik, tapi
kenyataannya ia adalah seorang perempuan jalang.”
“Hanya karena ia jatuh cinta pada laki-laki yang sama denganmu?”
“Ia hanya memanfaatkan perempuan itu,” Wajah ShangGuan FeiYan menjadi
hijau. “Persis seperti aku memanfaatkan Liu YuHen.”
“Yie XiuZhu memberitahukan rahasia itu padanya, dan dia mengirimkan pesan
kepadamu dengan menggunakan burung merpati.”
ShangGuan FeiYan mengangguk, ekspresinya tiba-tiba menjadi sangat hangat
dan tenang.
“Merpati hitam itu biasanya digunakan untuk membawakan surat cinta di antara
kami, ternyata ia bisa juga digunakan untuk hal-hal lain.”
“Jika dia bisa memberikan perintah pada si Pengait Jiwa dan Hakim Berwajah
Besi, maka mungkinkah dia adalah pemimpin Paviliun Baju Hijau?”
“Bagaimana menurutmu?”
“Aku tidak tahu.”
“Kau berharap aku akan memberitahumu?”
“Tentu saja aku tidak mengharapkan kau mau memberitahuku sekarang.”
“Nanti pun tidak akan kuberitahukan padamu, kau tak akan pernah tahu siapa
dirinya.”
“Tapi kau adalah seorang wanita.”
“Lalu kenapa?”
“Bahkan seorang gadis cantik seperti dirimu, jika hidungnya dipotong, tentu saja
akan menjadi sangat buruk.” Lu Xiao Feng berkata dengan dingin.
“Kau… kau tega memotong hidungku?” ShangGuan FeiYan bertanya dengan
terkejut dan panik.
“Jika kau benar-benar mengira hatiku lebih lunak daripada tahu,” Lu Xiao Feng
menjawab dengan santai, “maka kau sangat keliru.”
“Jadi jika aku tidak memberitahukan siapa dirinya padamu, kau akan memotong
hidungku?” ShangGuan FeiYan menatapnya dengan terkejut.
“Yang pertama hidung, lalu telinga.”
ShangGuan FeiYan tiba-tiba tersenyum manis.
“Kau bicara kasar, tapi aku tahu bahwa kenyataannya kau tak akan tega.”
“Kau ingin mencoba?” Wajah Lu Xiao Feng menjadi gelap.
“Aku tahu bahwa kau tak akan mencoba melakukannya, karena aku tahu kau tak
mau punya teman yang tidak memiliki hidung.”
“Bagusnya kau bukan lagi temanku.”
“Aku tahu aku bukan temanmu, tapi Hua Man Lou dan Zhu Ting itu kan
temanmu.”
Wajah Lu Xiao Feng berubah warna lagi.
“Jika kau memotong hidungku, maka mereka mungkin tidak bisa menjaga
kepalanya.” ShangGuan FeiYan berkomentar dengan santai. “Bukankah tidak
berkepala itu lebih buruk daripada tidak berhidung?”
Lu Xiao Feng menatapnya. Tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak.
“Kau kira ini lucu?”
“Kau kira aku benar-benar percaya kalau kau telah memperdayai Hua Man Lou
lagi?” Lu Xiao Feng menjawab di antara suara tawanya.
“Jika aku bisa memperdayainya sekali, aku pun bisa memperdayainya lagi.”
“Hanya orang tolol yang bisa ditipu dua kali, dan ia bukanlah orang tolol.”
“Tapi ia adalah orang yang romantis, seorang laki-laki yang penuh perasaan. Kau
bisa menipu orang tolol paling banyak dua kali, tapi seorang laki-laki yang penuh
kasih sayang bisa ditipu beratus-ratus kali, karena ia memang rela ditipu.”
“Dan Zhu Ting adalah orang yang romantis juga?”
“Tidak, ia terlalu pemalas untuk itu.”
“Ada bagusnya juga menjadi pemalas.”
“Oh?”
“Karena jika ia begitu pemalas sehingga tak mau bergerak, lalu bagaimana
mungkin ia ditipu oleh orang lain?”
“Memang benar-benar sulit menipu orang pemalas seperti dirinya,” ShangGuan
FeiYan tersenyum bangga. “Tapi untunglah dia juga punya seorang teman yang
mau menuliskan sebuah cek agar dia tertipu.”
Lu Xiao Feng tak bisa tertawa lagi.
“Tentu saja kau tidak ingin melihat teman-teman baikmu ini kehilangan
kepalanya, kan?” ShangGuan FeiYan tiba-tiba menambahkan. “Apalagi dia pun
membawa-bawa isterinya yang cantik itu.”
“Isteri tauke biasanya lebih pemalas daripada si tauke,” Lu Xiao Feng menarik
nafas. “Kenapa dia pun ikut datang?”
“Karena ia yakin bahwa kau akan menyelamatkannya, maka ia sedang
menunggumu.”
“Di mana ia menungguku?”
“Kau ingin tahu?”
“Sangat ingin.”
“Kau kira aku akan membawamu ke sana?”
“Tidak!”
“Kau keliru,” ShangGuan FeiYan tersenyum. “Jika aku tidak berniat membawamu
ke sana, lalu kenapa aku muncul?”
“Paling tidak kau tak akan membawaku ke sana sekarang.”
“Kau benar-benar orang yang cerdas, tahu?” ShangGuan FeiYan tersenyum manis
lagi.
“Sayangnya teman-temanku itu tidak terlalu pemalas, tapi terlalu bodoh.” Lu Xiao
Feng mengeluh entah pada siapa.
“Tapi mereka tetaplah teman-temanmu, maka kau harus menolong mereka.”
“Aku akan mempertimbangkannya.”
“Apa lagi yang harus dipertimbangkan?”
“Aku harus melihat dulu apa yang kau inginkan sebagai balasannya jika kau
membawaku ke sana.”
“Yang aku inginkan hanyalah sebuah tugas yang sangat sederhana dan mudah.”
“Dan apakah itu?”
“Aku hanya ingin kau membunuh seseorang untukku. Bagimu, membunuh
seseorang tentu sebuah tugas yang cukup mudah.”
“Itu tergantung siapa orangnya yang akan kubunuh.”
“Kau tentu bisa menghadapi orang ini.”
“Siapa?”
“XiMen ChuiXue.”
Lu XiaoFeng tertawa.
“Apa sebenarnya yang kau inginkan? Aku membunuhnya atau dia yang
membunuhku?”
“Tentu saja aku ingin kau yang membunuhnya. Ia telah menghinaku, sangat
menghinaku.”
“Dan karena hal kecil itu, kau ingin aku membunuhnya?”
“Itu bukan hal kecil bagi seorang gadis.”
“Dan bagaimana jika aku tidak berhasil membunuhnya, malah dia yang
membunuhku?”
“Maka kau tidak perlu merasa sedih, kau akan bertemu teman-temanmu di
neraka.”
“Tampaknya aku tidak punya pilihan lain dalam masalah ini.”
“Satu pun tidak ada.”
“Tidak perduli apakah dia mati atau aku yang mati, kau akan tetap bahagia.”
“Sejujurnya, dalam hatiku, aku tidak akan bersedih bila kalian berdua mati.”
“Kurasa kau tidak punya perasaan lagi!”
“Tentu saja aku punya. Itulah sebabnya aku berharap kau bisa membunuhnya
untuk menukarkan satu nyawanya dengan tiga nyawa Hua Man Lou dan temantemannya.”
“Pertukaran kecil ini sebenarnya bukan jual-beli yang buruk,” Lu Xiao Feng
menarik nafas. “Tapi sayangnya aku tidak tahu di mana dia berada.”
“Tapi kau tentu bisa menemukannya.”
“Bagaimana caranya?”
“Waktu ia membawa pergi Sun XiuQing dulu, jelas ia sedang berusaha
menyelamatkan nyawa gadis itu.”
“Selain mengakhiri hidup orang, kadang-kadang ia memang menyelamatkan
nyawa orang.”
“Maka sekarang ia tentu berada di sebuah tempat di mana Sun XiuQing bisa
menyembuhkan luka-lukanya. Kau tentu tahu di mana ia bisa melakukan hal itu
di sekitar sana.”
“Tapi orang mati tidak bisa sembuh.”
"Benar!"
“Maka aku harus bertanya padamu, setelah Sun XiuQing terkena Jarum Phoenix
Terbang, bisakah ia selamat?”
“Yang mengenai dirinya bukanlah Jarum Phoenix Terbang, itu adalah Jarum Walet
Terbang.” ShangGuan FeiYan menjawab dengan getir. “Akibatnya tentu fatal, tapi
XiMen ChuiXue tampaknya seorang yang ahli.”
"Oh?"
“Racun Walet Terbang berbeda dengan racun biasa. Bila kau terkena jarum itu,
jika kau hanya berbaring, maka kau tentu akan mati.”
“Itulah sebabnya Shi XiuYun telah mati sekarang.” Lu Xiao Feng menambahkan.
“Tapi XiMen ChuiXue membawa Sun XiuQing berlari-lari menjelajahi lereng
gunung untuk membuat racun itu merembes keluar dari tubuhnya, tentu
sekarang ia punya kesempatan untuk selamat.”
“Setelah kau melukainya malam itu, kau tidak pergi kan?”
“Bagaimana mungkin aku bisa pergi, dengan kalian semua para pendekar berada
di sana?” ShangGuan FeiYan tertawa. “Maka aku memutuskan untuk tetap berada
di sana, aku melihat salah seorang dari kalian melompat keluar untuk
mengejarku.”
“Ternyata kau sangat berani!”
“Aku tahu bahwa tak seorang pun dari kalian akan menduga bahwa aku berani
tinggal di situ.”
“Sesudah kami semua pergi, lalu kau pun muncul.”
“Saat itu hanya ada Hua Man Lou di sana, ia tak akan mencurigaiku. Bahkan jika
aku mengatakan padanya bahwa salju itu hitam dan tinta itu putih, ia tetap akan
percaya.”
“Mengapa?”
“Karena ia mencintaiku.” ShangGuan FeiYan menjawab dengan yakin. “Bila
seorang laki-laki jatuh cinta pada seorang gadis, maka ia benar-benar tidak ada
harapan.”
“Tepatnya karena ia menyukaimu, maka menurutmu semua tipuan dan dusta
yang kau lakukan padanya itu pantas ia terima?”
“Karena ia sendiri yang rela. Aku tidak menyuruhnya jatuh cinta padaku.”
Lu Xiao Feng tiba-tiba menarik nafas lagi.
“Aku hanya ingin memberitahukan satu hal padamu.”
“Apa?”
“Jika seseorang terus menganggap orang lain sebagai orang tolol, maka orang
itulah orang yang paling dungu.”
“Apa maksud ucapanmu itu?” ShangGuan FeiYan mengerutkan keningnya.
“Jika kau berbalik dan melihat sekarang, maka kau akan mengerti.”
ShangGuan FeiYan membalikkan tubuhnya. Ia merasa seolah-olah ia tiba-tiba
jatuh ke dalam sebuah lubang yang gelap dan dalam.
Ruangan itu semakin gelap, seseorang berdiri dalam diam di kegelapan, benarbenar
tidak bergerak.
“Hua Man Lou!” ShangGuan FeiYan tak sanggup menahan seruannya.
Tapi sikap Hua Man Lou masih tetap tenang, seolah-olah ia tidak merasa sakit
hati atau marah sedikit pun.
ShangGuan FeiYan memandangnya dengan terkejut.
“Bagaimana… bagaimana kau ada di sini?”
“Aku berjalan kaki.” Hua Man Lou menjawab dengan santai.
“Tapi aku menotok urat-nadimu.”
“Jika orang lain menotok uratmu, jika kau bisa memaksakan energi tubuhmu ke
daerah sekitar urat itu, setelah beberapa lama kau mungkin bisa membuka
totokan itu. Untunglah aku tahu sedikit tentang ilmu itu.”
“Kau telah membuat persiapan? Apakah kau curiga kalau aku akan berbuat
sesuatu?”
“Aku tidak ingin sahabatku membunuh orang hanya untuk menyelamatkanku.”
“Kau telah mendengar semua yang aku katakan?”
Hua Man Lou mengangguk.
“Kau… kau… kau tidak marah?”
“Tak seorang pun bisa terhindar dari berbuat kesalahan,” Hua Man Lou menjawab
dengan santai. “Di samping itu, kau memang tidak memaksaku untuk jatuh cinta
padamu.”
Ia masih tampak setenang dan sehangat itu, karena di dalam hatinya hanya ada
cinta, hanya cinta dan tidak ada kebencian.
ShangGuan FeiYan memandangnya. Bahkan seorang gadis seperti dirinya pun
merasakan penyesalan dan perasaan bersalah.
Lu Xiao Feng juga memandangnya.
“Orang ini benar-benar orang yang baik.” Ia menarik nafas dengan perlahan.
Hua Man Lou tertawa kecil.
“Orang yang baik, orang yang bodoh, kadang-kadang tidak ada bedanya sama
sekali.”
“Di mana tauke?”
“Ia sedang menemani isteri tauke, tentu saja.”
“Kenapa mereka tidak datang?”
“Mereka sedang sibuk mendengarkan cerita Xue-Er.”
“Tampaknya tak lama lagi mereka pun akan tertipu.” Lu Xiao Feng tersenyum
jengkel.
Tentu saja ia tahu alasan yang sebenarnya kenapa mereka tidak datang. Mereka
jatuh dalam bahaya karena dirinya, maka bila mereka bertemu, tentu ia akan
merasa sangat malu, dan mereka tidak ingin membuat dirinya merasa malu.
Xue-Er juga tidak ingin bertemu kakaknya. Dalam keadaan seperti ini, tidak
seorang pun dari mereka yang akan merasa senang jika mereka bertemu.
ShangGuan FeiYan akhirnya menarik nafas panjang.
“Apa yang kau ucapkan barusan, aku akhirnya faham sekarang.”
“Oh?”
“Tampaknya akulah yang bodoh sebenarnya, bodoh sekali.”
“Oh!”
“Aku menganggap kalian semua tolol, tapi baru sekarang aku sadar orang tolol
yang sebenarnya adalah aku.” Ia menarik nafas lagi. “Tapi biarpun kau potong
hidungku sekarang, aku tak akan memberitahukan siapa dia.”
“Ternyata kau pun orang yang romantis.”
ShangGuan FeiYan tertawa, tawa yang sangat sedih dan penuh kesunyian.
“Bila seorang wanita jatuh cinta pada seorang laki-laki, maka ia pun tidak ada
harapan lagi.”
“Aku faham, aku faham.” Hua Man Lou mengangguk dengan lambat.
“Tak perduli apa, aku benar-benar telah bersalah padamu,” ShangGuan FeiYan
berkata dengan suara yang berat. “Biar pun kau membunuhku, aku tak akan
menyalahkanmu!”
“Tapi aku tidak ingin membunuhmu.”
“Lalu kau akan berbuat apa padaku?”
“Tidak ada.”
“Kau… kau membiarkanku pergi?” ShangGuan FeiYan kembali bingung.
Hua Man Lou tidak menjawab, ia tiba-tiba berbalik dan berjalan keluar dengan
lambat. Lu Xiao Feng menarik nafas dan mengikutinya ke luar.
ShangGuan FeiYan terkejut.
“Aku tahu apa yang berusaha kalian lakukan. Kalian tahu bahwa aku akan pergi
dan mencarinya sekarang, maka kalian melepaskanku dengan maksud
membuntutiku.” Tiba-tiba ia berteriak.
Lu Xiao Feng tidak berpaling.
“Aku tidak perlu melakukan hal itu.” Ia berkata dengan santai.
“Kenapa tidak?”
“Karena aku telah tahu siapa dia!”
Ekspresi wajah ShangGuan FeiYan berubah secara dramatis.
“Kau tahu siapa dia?” Ia berteriak sekuat-kuatnya. “…. Siapa dia?”
Lu Xiao Feng tidak menjawab, juga tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia mengejar
Hua Man Lou, dan mereka berdua berjalan berdampingan melalui lorong yang
gelap itu dan menghilang dalam gelapnya malam. Ruangan itu pun telah gelap
sama sekali.
ShangGuan FeiYan berdiri sendirian dalam gelap, tiba-tiba ia bergidik, apakah itu
karena angin malam yang dingin? Atau karena ngeri?
Kebun itu gelap tetapi tenang, aroma bunga yang terbawa angin tampak lebih
tebal daripada sebelum matahari terbenam. Beberapa buah bintang yang
berkerlap-kerlip mulai bermunculan, hanya untuk ditutupi kembali oleh segumpal
awan yang pekat.
Hua Man Lou berjalan dengan sangat lambat, barulah waktu tiba di depan sebuah
semak bunga ia akhirnya menarik nafas perlahan.
“Gadis yang malang.”
Lu Xiao Feng mengangguk, seperti sudah lupa bahwa Hua Man Lou tidak bisa
melihat anggukannya.
“Setiap orang bisa berbuat kesalahan. Walaupun ia berbuat salah, ia….”
Lu Xiao Feng memotong. “Berbuat salah selalu ada ganjarannya. Tidak perduli
siapa pun, bila mereka berbuat salah, mereka harus menanggung akibatnya.”
“Tapi kau membiarkannya pergi.”
“Mungkin karena aku tahu ada satu orang yang tidak akan membiarkan dia
pergi.”
“Siapa? Kekasihnya?”
“Bukan, bukan kekasihnya. Orang itu tidak mencintainya.”
“Apakah kau benar-benar tahu siapa dia?”
“Tidak.”
“Jadi dia benar? Kau benar-benar bermaksud membuntutinya?”
“Aku mungkin bukan seorang laki-laki sejati, tapi paling tidak aku selalu
berpegang pada kata-kataku.” Lu Xiao Feng tersenyum.
“Jika kau tidak tahu siapa dia, dan kau tidak bermaksud membuntutinya, lalu kau
akan melepaskan saja masalah ini?”
“Kita tidak bisa berhenti sekarang.”
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.”
“Aku mungkin tidak dapat menemukannya, tapi ia tentu akan datang mencariku.”
“Kau yakin?”
“Paling tidak 70% yakin.”
“Oh?”
“Ia mengira aku telah tahu siapa dirinya, bagaimana mungkin ia membiarkanku
hidup?”
“Jadi ucapanmu tadi bermaksud membuat dirinya mencarimu!”
“Aku mengatakan yang perlu aku katakan, juga untuk menyelamatkan nyawa
ShangGuan FeiYan.”
“Jika kau telah tahu siapa dia, lalu ia tidak perlu membunuh gadis itu untuk
merahasiakan identitasnya.”
Lu Xiao Feng tersenyum lagi.
“Paling tidak orang pertama yang akan ia cari adalah aku, bukan ShangGuan
FeiYan.”
“Sayangnya ia tidak bisa mendengar apa yang barusan kau katakan.”
“Ya, ia bisa!”
Hua Man Lou mengerutkan keningnya.
“Menurutmu ia juga ada di sana?”
“Ia pun masih berada di sana sekarang.”
“Karena itu ia bisa muncul kapan saja, dan mencoba membunuhmu kapan saja.”
“Benar.”
“Tapi kau tampaknya sama sekali tidak khawatir.”
Lu Xiao Feng tersenyum.
“Yang terbaik pada diriku adalah bahwa….”
Ia tidak menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ia melihat ekspresi wajah Hua Man
Lou berubah. Hua Man Lou bukanlah orang yang mudah bereaksi terhadap
sesuatu.
“Apa yang terjadi?” Ia tak tahan untuk tidak bertanya.
“Darah!” Hua Man Lou menjawab dengan suara yang dalam.
“Darah apa? Darah siapa?”
“Aku hanya berharap itu bukan darah ShangGuan FeiYan….”
Darah itu memang darah ShangGuan FeiYan. Tenggorokannya telah tergorok,
darahnya tidak berhenti mengalir.
Ekspresi wajahnya memperlihatkan perasaan terkejut, marah, dan ngeri, persis
seperti ekspresi wajah Kaisar Rajawali Emas waktu ia mati.
Jelas ia tidak percaya kalau pembunuhnya tega membunuhnya! Sampai mati pun
ia tidak percaya.
---Apakah itu kekasihnya? Atau orang yang tidak punya perasaan cinta? Tidak
ada siapa-siapa, hanya ada kegelapan.
Bau anyir darah yang terbawa angin masih sangat tebal.
“Ia tetap membunuhnya!” Hua Man Lou berkata.
“Mm!”
“Jelas ia tidak mempercayai apa yang kau katakan.”
“Mm!”
“Sekarang ia telah membunuh ShangGuan FeiYan, tidak ada lagi orang di dunia
ini yang tahu siapa dia.”
“Mm!”
“Maka kau tak akan pernah menemukannya.”
“Aku hanya tahu bahwa jika seseorang, tak perduli siapa, berbuat salah, ia tentu
akan mendapatkan ganjarannya.” Lu Xiao Feng tiba-tiba berkata.
“ShangGuan FeiYan telah mendapatkan ganjarannya,” Hua Man Lou berkata
dengan nada berat. “Tapi bagaimana dengan pembunuhnya?”
Pembunuh itu telah menghilang dalam kegelapan, mungkin menghilang
selamanya.
Lu Xiao Feng tiba-tiba memegang tangan Hua Man Lou.
“Di mana tauke?”
Tauke telah menghilang. Ruang penjara yang awalnya dimaksudkan untuk
mengurung mereka telah terbuka. Sebuah meja tua tampak terbalik, kendi air
dan cangkir pun pecah berantakan.
“Mereka tentu telah bertarung.”
“Menurutmu orang itu datang ke mari dan menangkap Zhu Ting bertiga?”
“Tampaknya ia masih khawatir padaku,” Lu Xiao Feng mendengus. “Maka ia
datang dan menangkap Zhu Ting bertiga untuk digunakan sebagai sandera
melawanku.”
“Dapat menangkap mereka bertiga secepat ini, ilmu kungfunya tentu tidak lebih
rendah darimu.”
Zhu Ting dan Isteri Tauke bukanlah orang yang lemah, apalagi masih ada
ShangGuan Xue-Er yang kecil tetapi pintar.
“Aku memang sudah menduga kalau ilmu kungfunya tidak lebih rendah dariku.”
“Tidak banyak orang yang berilmu setinggi itu di dunia persilatan.”
“Karena itu ia telah melakukan sebuah kesalahan.”
“Ia tentu belum pergi jauh.”
“Dengan melakukan hal ini, sama saja ia telah mengakui perbuatannya.”
Hua Man Lou menarik nafas. “Seperti yang kukatakan sebelumnya, setiap orang
bisa berbuat salah.”
“Jika seseorang berbuat salah maka ia harus menanggung akibatnya, tidak ada
kekecualian.”
______________________________


Load disqus comments

0 komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Back to Top